cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal" : 7 Documents clear
GEOLOGI DAERAH SUKASARI DAN SEKITARNYA KECAMATAN CIWARU, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Yuyun Yuniardi, Muhamad Yoga, Reza M. Ganjar Gani,
Geoscience Journal Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i4.69863

Abstract

Daerah penelitian terletak pada koordinat 108°10'26,7" BT - 108°13'9,8" BT dan 6°53'49,8" LS -6°56'31,1" LS dengan luas sekitar 25 km², secara administratif berada di Desa Sukasari dan sekitarnya,Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan metode traverse,pengamatan singkapan, pengambilan sampel batuan, serta analisis laboratorium. Berdasarkan aspekgeomorfologi, daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan geomorfologi, yaitu perbukitan strukturalbergelombang, perbukitan struktural curam, dan perbukitan struktural terjal. Litologi penyusun daerahpenelitian termasuk ke dalam Formasi Halang yang terdiri atas Satuan Batulempung dan SatuanBatupasir dengan hubungan stratigrafi selaras dan Satuan Batulempung sebagai satuan yang lebih tua.Struktur geologi yang ada di daerah penelitian berupa kekar serta lipatan yang terdiri atas antiklin dansinklin. Analisis kelurusan digunakan sebagai data pendukung untuk menginterpretasikan arah dan polastruktur geologi. Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada Miosen Tengah dengan pengendapanbatulempung di lingkungan laut dalam, kemudian pada Miosen Akhir hingga Pliosen Awal terjadipengendapan batupasir yang berselingan dengan batulempung. Setelah pengendapan, daerah penelitianmengalami pelipatan, pengangkatan, serta proses pelapukan. Umur batuan berkisar dari Miosen Tengahhingga Pliosen Awal (N14–N18). Potensi sumber daya geologi berupa bahan galian batuan FormasiHalang dengan pemanfaatan terbatas akibat pelapukan, sedangkan potensi kebencanaan geologi berupagerakan tanah atau longsor pada lereng curam.Kata kunci : Ciwaru, Pemetaan Geologi, Formasi Halang, Geomorfologi, Struktur Geologi,Kebencanaan Geologi.
GEOLOGI DAERAH CIMERAK DAN SEKITARNYA KECAMATAN CIMERAK, KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT Yudhi Listiawan, Adi Hardiyono, Yoga A. Sendjaja, Muhammad Nazar Akmal,
Geoscience Journal Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i4.69887

Abstract

Secara administratif, daerah penelitian terletak di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian meliputi pengumpulan data lapangan, pengolahan data, analisis data, dan interpretasi geologi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan geomorfologi di daerah tersebut terdiri atas empat tipe bentanglahan : Satuan Dataran Denudasional, Satuan Perbukitan Rendah Denudasional Sangat Landai, Satuan Perbukitan Rendah Vulkanik Landai, Satuan Perbukitan Rendah Struktural Agak Curam. Berdasarkan penamaan litostratigrafi informal, diidentifikasi tiga satuan batuan : Satuan Lava Basalt (Oligosen–Miosen), Satuan Tuff (Oligosen–Miosen), dan Satuan Batugamping (Miosen Tengah). Menurut rekonstruksi geologi, satuan batugamping diendapkan pada lingkungan laut dangkal terbuka selama Miosen Tengah setelah satuan lava basalt dan satuan tuf terbentuk akibat aktivitas vulkanik bawah laut pada Miosen Awal. Struktur geologi yang berkembang dicirikan oleh kekar berarah barat laut–tenggara. Bahaya geologi utama di daerah ini adalah longsor dan jatuhan batu, sedangkan potensi geologinya meliputi geowisata (air terjun) dan penambangan batugamping. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan potensi sumber daya dan risiko geologi di daerah Cimerak, serta memahami karakteristik geomorfologi, litostratigrafi, struktur geologi, dan sejarah geologinya.Kata kunci : Cimerak, Pangandaran, Geomorfologi, Struktur Geologi, Sejarah Geologi, Potensi Geologi, Bahaya Geologi
JEJAK VULKANISME BAWAH LAUT BERDASARKAN KARAKTERISTIK LITOLOGI SATUAN BASALT DI SUNGAI CIKASO DAN SUNGAI CISEUREUH, KECAMATAN CIBITUNG, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT Kurnia Arfiansyah, Rinaldi Ikhram, Falah Husurur, Ahmad Helman Hamdani,
Geoscience Journal Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i4.69864

Abstract

Karakteristik litologi satuan basalt merupakan rekaman penting dalam menafsirkan proses danlingkungan pembentukan batuan beku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jejak vulkanismebawah laut berdasarkan karakteristik litologi satuan basalt yang tersingkap di Sungai Cikaso dan SungaiCisereuh, Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Metode penelitian meliputi pengamatan megaskopis dananalisis petrografi sayatan tipis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan basalt di Sungai Cikasodicirikan oleh lava bantal basaltik yang berasosiasi dengan peperit serta tekstur mikroskopis porfiritikdengan massa dasar mikrolit–gelas dan derajat kristalisasi hipokristalin yang mencerminkanpendinginan sangat cepat akibat interaksi lava dengan air laut dan sedimen. Satuan basalt di SungaiCisereuh menunjukkan karakter litologi yang lebih koheren berupa lava dengan struktur kekar kolom,tekstur vesikular, autobreksi, dan amigdaloidal, serta alterasi propilitik; secara mikroskopis ditunjukkanoleh dominasi mikrolit plagioklas–piroksen dan alterasi klorit yang mengindikasikan pembekuan lavayang relatif lebih lambat dan pengaruh fluida pascavulkanik. Keberadaan tekstur vesikular pada lavabawah laut ditafsirkan sebagai akibat pelepasan gas magma pada kondisi laut dangkal yang terawetkanoleh pembekuan cepat, sedangkan perbedaan karakteristik litologi antara Sungai Cikaso dan SungaiCisereuh mencerminkan variasi fasies dalam satu sistem gunungapi bawah laut di wilayah SukabumiSelatan.Kata kunci: Basalt, Karakteristik Litologi, Vulkanisme Bawah Laut, Sungai Cikaso, Sungai Cisereuh.
JHUBUNGAN KARAKTERISTIK GEOMORFOLOGI DENGAN SEBARAN LITOLOGI DAERAH CIBITUNG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIBITUNG, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT Ahmad Helman Hamdani, Rinaldi Ikhram, Farrel Daffa, Kurnia A. Fachrudin,
Geoscience Journal Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i4.69865

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Cibitung dan sekitarnya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, dengan tujuan menganalisis karakteristik geomorfologi serta keterkaitannya dengan sebaran litologi. Kajian mencakup aspek morfografi, morfometri, pola pengaliran, dan karakteristik litologi. Identifikasi geomorfologi dilakukan melalui analisis citra DEM yang dipadukan dengan observasi lapangan, sedangkan litologi ditentukan berdasarkan pengamatan langsung dan deskripsi megaskopis. Secara morfografi, daerah penelitian tersusun atas dua bentuk lahan utama, yaitu dataran rendah dan perbukitan rendah. Pola pengaliran berkembang dalam bentuk subdendritik dan trellis. Analisis morfometri menunjukkan lima kelas kemiringan lereng, meliputi datar, sangat landai, landai, agak curam, dan curam. Proses endogen yang memengaruhi perkembangan bentang alam berupa aktivitas tektonik, yang tercermin dari keberadaan perbukitan bergelombang, serta aktivitas vulkanik yang ditunjukkan oleh kehadiran lava basalt. Sementara itu, proses eksogen yang dominan meliputi erosi, pelapukan, dan pelarutan. Terdapat dua satuan bentang alam yang terbentuk yaitu, satuan bentang alam karst dan satuan bentang alam denudasional. Satuan bentang alam karst pada daerah penelitian terdapat ceruk pada singkapan yang terbentuk oleh pelarutan batugamping, sedangkan satuan bentang alam denudasional pada daerah penelitian yang dicirikan dengan banyaknya lapukan batuan yang terbentuk dari batupasir dan basalt yang secara bertahap mengalami pelapukan dan erosi Integrasi data geomorfologi dan litologi menghasilkan lima satuan geomorfologi berbasis kelas relief, yaitu: (1) Satuan Dataran Rendah Sangat Bergelombang Lemah Denudasional, (2) Satuan Perbukitan Rendah Bergelombang Kuat Denudasional, (3) Satuan Perbukitan Rendah Bergelombang Lemah Karst, (4) Satuan Perbukitan Rendah Bergelombang Kuat Karst, dan (5) Satuan Perbukitan Rendah Terjal Karst.Kata kunci : Cibitung, Geomorfologi, Litologi, Morfogenetik, Morfometri
GEOLOGI DAERAH SELASARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PARIGI, KABUPATEN PANGANDARAN Cecep Yandri Sunarie, Raden Ahmad Fauzan,
Geoscience Journal Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i4.69866

Abstract

Pemetaan dan penelitian geologi di Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran, bertujuan untuk mengidentifikasi tatanan geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi daerah tersebut. Secara geomorfologi, daerah penelitian terbagi menjadi Satuan Perbukitan Struktural, Perbukitan Rendah Denudasional, dan Dataran Rendah Karst dengan pola pengaliran utama subdendritik. Tatanan stratigrafi tersusun dari tua ke muda oleh Satuan Breksi Vulkanik dan Tuf Kasar (Oligosen–Miosen Awal) yang diendapkan di lingkungan darat, kemudian ditindih secara tidak selaras oleh Satuan Batupasir Karbonatan yang selaras dengan Satuan Batugamping pada lingkungan laut dangkal. Struktur geologi dikontrol oleh Pola Jawa yang dimanifestasikan oleh Sesar Mendatar Pasireurih dan Sesar Normal Cibayawak. Sejarah geologi kawasan ini merekam fase vulkanisme Old Andesite, diikuti pengangkatan dan erosi, transgresi laut dalam, dan diakhiri fase regresi pembentukan batugamping.Kata Kunci: Geologi, Selasari, Formasi Jampang, Formasi Pamutuan.
GEOLOGI KUNINGAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN CIWARU, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Yuyun Yuniardi., Aqilah Tasya, Reza MGG,
Geoscience Journal Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i4.69860

Abstract

Secara geografis daerah Ciwaru terletak pada koordinat bujur 108o36’07” - 108o38’49” BT dan garislintang 7o02’58” - 7o05’41” LS dengan luas sekitar 25km2. Secara administratif termasuk keKecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan untukmemberikan informasi yang komprehensif mengenai sejarah geologi dan kondisi geologi di masasekarang yang meliputi karakteristik litologi, stratigrafi, struktur geologi, dan perkembangan geologi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan atau observasi geologi permukaansecara detail, pengukuran stratigrafi terukur, identifikasi morfologi, dan analisis laboratorium yangmeliputi analisis petrografi dan analisis fosil. Berdasarkan Peta Geologi Regional lembar Majenang(Kastowo dan Suwarna, 1996), daerah penelitian merupakan bagian Formasi Halang yang kemudiandibagi menjadi empat satuan batuan berdasarkan hasil penelitian, yaitu Satuan Batupasir (Sbp), SatuanBatulempung (Sbl), dan Breksi (Sb). Daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Bogor. Berdasarkangeomorfologi, daerah ini terbagi menjadi tiga satuan, yaitu Pedataran Struktural Agak Landai,Perbukitan Struktural Agak Curam, dan Perbukitan Tinggi Struktural Curam. Struktur geologi daerahini meliputi kekar, lipatan, dan sesar minor. Sejarah geologi daerah penelitian ini dimulai pada kalaMiosen Tengah, lokasi penelitian merupakan lingkungan laut dalam mengendapkan material pasir danlempung dengan mekanisme turbidit yang kemudian menjadi Satuan batupasir dan Satuanbatulempung. Kemudian pada kala Miosen sampai Pliosen terjadi peningkatan aktivitas tektonik yangmenyebabkan terbentuknya struktur-struktur geologi di daerah penelitian seperti sesar minor.Kata Kunci: Formasi Halang, Pemetaan Geologi, Ciwaru
GEOLOGI DAERAH CITUNDUN DAN SEKITARNYA KECAMATAN CIWARU, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Muhammad Nabiel N , Reza M. G.G,
Geoscience Journal Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v9i4.69867

Abstract

Daerah pemetaan secara administratif berada di Desa Citundun dan sekitarnya, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, pada koordinat 108°36’6”-108°38’50” BT dan 7°5’21”-7°8’2” LS. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tatanan geologi daerah Citundun dan sekitarnya yang disajikan dalam bentuk peta tematik skala 1:12.500, sebagai dasar identifikasi potensi sumber daya geologi serta upaya mitigasi bencana geologi. Metode penelitian meliputi tahapan pra-lapangan berupa studi literatur dan penyusunan peta dasar, pengamatan geologi lapangan, serta tahapan pascalapangan berupa pengolahan data di studio dan analisis laboratorium. Berdasarkan Peta Geologi Regional Lembar Majenang (Kastowo, 1975), daerah pemetaan tersusun oleh Formasi Halang (Tmph). Analisis geomorfologi menunjukkan tiga satuan geomorfologi, yaitu satuan dataran struktural, satuan perbukitan struktural agak terjal, dan satuan perbukitan stuktural terjal (Van Zuidam, 1985). Analisis stratigrafi yang didukung oleh hasil analisis laboratorium mengidentifikasi tiga satuan batuan. Urutan stratigrafi dari tertua hingga termuda terdiri atas Satuan Batupasir (Tmbp) berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir yang terendapkan pada lingkungan laut dalam, Satuan Batuan Breksi (Tmb) yang terendapkan secara selaras dan menyisip di antara satuan batupasir, serta Satuan Batuan Andesit (Qan) berumur Kuarter berupa intrusi batuan beku yang menerobos satuan batupasir dan satuan breksi. Struktur geologi yang berkembang di daerah pemetaan merupakan hasil aktivitas tektonik masa lalu dan dicirikan oleh keberadaan sesar, lipatan, dan kekar. Sumber daya geologi yang terdapat di daerah pemetaan meliputi batuan andesit sebagai bahan konstruksi serta potensi panas bumi yang ditunjukkan oleh manifestasi mata air panas. Potensi bahaya geologi yang teridentifikasi pada daerah pemetaan adalah tanah longsor.Kata kunci : Citundun, Ciwaru, Pemetaan Geologi, Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Sejarah Geologi, Sumberdaya Geologi, Kebencanaan Geologi

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue