Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis work–family conflict pada karyawan perempuan di Toko Victor Tanjungpinang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang karyawan perempuan yang bekerja di Toko Victor. Adapun jumlah sampel yang digunakan sebanyak enam orang, yang ditentukan berdasarkan kriteria tertentu.Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan triangulasi. Data yang diperoleh dihimpun berdasarkan jenis dan kelompoknya, kemudian dilakukan pengolahan dan analisis secara deskriptif kualitatif, yaitu dengan mengemukakan fenomena yang terjadi sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Analisis data kualitatif dilakukan melalui proses pengorganisasian data, pengelompokan, serta penarikan makna sehingga dapat disajikan dan dipahami oleh pembaca. Hasil penelitian berdasarkan indikator yang digunakan menunjukkan bahwa terdapat work–family conflict pada karyawan perempuan di Toko Victor Tanjungpinang. Pada indikator time-based conflict, konflik terjadi akibat keterbatasan waktu yang mengharuskan karyawan membagi perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Hal ini dipengaruhi oleh jam kerja yang sering melebihi ketentuan, termasuk adanya lembur. Indikator strain-based conflict, konflik disebabkan oleh beban kerja yang tumpang tindih sehingga menimbulkan kelelahan fisik dan emosional. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan karyawan dalam melaksanakan peran domestik secara optimal di rumah.Pada indikator behavior-based conflict, konflik muncul akibat kesulitan dalam menyesuaikan perilaku antara lingkungan kerja dan keluarga. Perbedaan pola komunikasi serta pengelolaan emosi seringkali memicu ketegangan dalam kehidupan rumah tangga.