Salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang nyaman, sehat, dan mendukung pembelajaran adalah kebersihan kampus. Dalam kajian ini, stakeholder disebut sebagai pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan peran yang berbeda dalam upaya menjaga kebersihan kampus. Pengelola bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab untuk melakukannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari peran stakeholder dari sudut pandang sosiologi dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih. Penelitian ini menekankan pola interaksi, jenis partisipasi, dan dinamika kerja sama antara aktor-aktor yang terlibat, termasuk mahasiswa, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, dan pihak manajemen kampus. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif yang dirancang sebagai studi lapangan. Untuk mengidentifikasi peran dan kontribusi masing-masing pihak, teknik pengumpulan data termasuk observasi langsung kondisi lingkungan kampus, wawancara dengan stakeholder terkait dalam format semi-terstruktur, dan dokumentasi kegiatan yang berkaitan dengan program kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi aktif dan tingkat komunikasi antar stakeholder sangat dipengaruhi oleh keberhasilan dalam membuat lingkungan kampus bersih. Kolaborasi yang baik antara kampus dan siswa dapat mendorong kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kebersihan. Namun, program kebersihan masih mengalami masalah seperti perbedaan tingkat kepedulian, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya koordinasi. Menurut penelitian ini, meningkatkan kerja sama dan pendekatan komunikasi yang inklusif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih dan berkelanjutan.