Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Dynamics of Human Environmental Behaviour: A Behavioural Approach to Nature Conservation Efforts Ilal Ilham; Aldri Oktanedi
Journal of Sumatera Sociological Indicators Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jssi.v3i2.18715

Abstract

ABSTRACT This article examines the dynamics of human environmental behavior through a behavioral approach to nature conservation efforts. The research highlights the importance of pro-environmental behavior, which can be influenced by social norms, economic incentives, and environmental education. By analyzing various studies and successful interventions applied in several regions, such as the recycling program in Surabaya and the "Bye Bye Plastic Bags" movement in Bali, this article demonstrates how behavioral change can support environmental conservation. The behavioral approach, which includes the Theory of Planned Behavior (TPB) and social influence, is considered an effective tool for changing community habits to actively participate in environmental preservation. By utilizing interventions based on social norms, economic incentives, and educational campaigns, this research provides recommendations for more effective behavior-based environmental conservation policies in Indonesia. Keywords: Environmental behavior, social norms, economic incentives, environmental education, nature conservation ABSTRAK Artikel ini mengkaji dinamika perilaku lingkungan manusia melalui pendekatan behavioral dalam upaya pelestarian alam. Penelitian ini menyoroti pentingnya perilaku pro-lingkungan yang dapat dipengaruhi oleh norma sosial, insentif ekonomi, dan pendidikan lingkungan. Dengan menganalisis berbagai studi dan intervensi yang berhasil diterapkan di beberapa daerah, seperti program daur ulang di Surabaya dan gerakan "Bye Bye Plastic Bags" di Bali, artikel ini menunjukkan bagaimana perubahan perilaku dapat mendukung konservasi lingkungan. Pendekatan behavioral, yang mencakup teori perilaku terencana (TPB) dan pengaruh sosial, dianggap sebagai alat yang efektif dalam mengubah kebiasaan masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pelestarian alam. Dengan menggunakan intervensi berbasis norma sosial, insentif ekonomi, dan kampanye pendidikan, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk kebijakan pelestarian lingkungan berbasis perilaku yang lebih efektif di Indonesia. Kata kunci: Perilaku lingkungan, norma sosial, insentif ekonomi, pendidikan lingkungan, pelestarian alam.
KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH DAN PILIHAN PENGEMBANGAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM KONTEKS HAK ASASI MANUSIA Muhamamd Rifai; Ahmad Nafhani; Ibnu Avena; Ilal Ilham; Aldri Oktanedi; Maulida Masyitoh
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan otonomi daerah telah memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah dalam mengelola administrasi, termasuk dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara (ASN). Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kebijakan otonomi daerah berpengaruh terhadap pilihan karier PNS serta bagaimana kebijakan ini dapat dikaji dalam perspektif hak asasi manusia (HAM). Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk peraturan perundang-undangan (UU ASN, UU Pemerintahan Daerah, PP Manajemen PNS, Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait, dan peraturan daerah yang relevan), jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah (pusat dan daerah), laporan Komnas HAM, putusan pengadilan, dan dokumen-dokumen kebijakan publik lainnya, serta berita dan artikel terkini dari berbagai sumber online terpercaya. Dengan menggunakan pendekatan normatif dan analisis kebijakan, penelitian ini menemukan bahwa otonomi daerah dapat berkontribusi pada penguatan hak-hak PNS, tetapi juga dapat menciptakan kendala dalam mobilitas dan pengembangan profesional mereka. Kebijakan otonomi daerah memberikan peluang yang signifikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan sumber daya manusia lokal yang lebih responsif dan adaptif. Meskipun memberikan fleksibilitas bagi daerah dalam mengelola ASN, kebijakan ini juga berpotensi membatasi pilihan karier dan hak mobilitas PNS.
PERAN JARINGAN GUSDURIAN DALAM GERAKAN TOLERANSI BERAGAMA Jonathan Tonggi Sitorus; Nely Larasati; Fira Sulistiani; Ilal ilham; Vieronica Varbi Sununianti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9073

Abstract

The gusdurian network is an open movement, the gusdurian network was established in 2010 in Surabaya. This movement emerged with the aim of imitating the 9 values of Gus Dur, namely monotheism, humanity, justice, equality, liberation, brotherhood, simplicity, chivalry, and traditional wisdom. This article uses the relevance of Singh's identity theory to find out how these gusdurian networks are able to maintain their identity as a new social movement that aims to instill religious tolerance. The method used in this article is a literature review method by collecting 20 relevant articles on gusdurian tissue. The results of research from the review literature show that first, the Gusdurian network strives to continue to maintain their identity in the midst of the diversity of society as a religious movement that instills religious tolerance. second, the movement held by the Gusdurian network in an effort to instill the values of tolerance, namely the celebration of Tolerance Day, interfaith meetings, and creating content uploaded on @jaringan Gusdurian's Instagram account. In addition, the Gusdurian network strives to continue to maintain their identity in the midst of the diversity of society as a religious movement that instills religious tolerance. Thus, it can be concluded that the purpose of this paper is to introduce more widely to the public about the Gusdurian Network, to know how the Gusdurian Network can maintain their identity as an organization engaged in imitating religious tolerance, and to understand what strategies are applied by the Gusdurian Network to maintain the value of tolerance instilled by Gus Dur as the father of pluralism in Indonesia.
From Biological to Cultural Perspectives: Reframing Primate Conservation through Ethnoprimatology in Indonesia — A Literature Review Tresno; Vivienne Loke Pei Wen; Femei Rahmilija; Deni Aries Kurniawan; Ilal Ilham; Aldri Oktanedi
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 27 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v27.n2.p162-172.2025

Abstract

Conservation in Indonesia has focused on biological indicators such as population decline and habitat loss, often overlooking the cultural dimensions that shape human–primate relationships. This study aims to integrate biological and cultural perspectives by applying an ethnoprimatological approach to reframe primate conservation. A qualitative literature review of publications from 2000 to 2025 was conducted using Google Scholar with the keywords “ethnoprimatology” and “human–primate interaction”. Thirty-four studies met the inclusion criteria and were analyzed thematically within a multispecies ethnography framework. The findings reveal diverse cultural meanings attributed to primates across Indonesia: in Bali, Sulawesi, and Sumatra, primates are simultaneously revered as sacred beings and perceived as agricultural pests; in Kalimantan, Jambi, and Mentawai, they are hunted for subsistence or ritual offerings; and in West Sumatra and Java, they are domesticated and trained for labor or performance, reflecting economic integration. These cultural interpretations shape community attitudes more strongly than biological conservation status. The study concludes that effective primate conservation requires incorporating cultural taxonomies to develop strategies that are both culturally grounded and ecologically sustainable.  
Ureh Nan Ampek: Sebuah Dikotomi Keseimbangan Etnofarmakologi Minangkabau Tresno Tresno; Ilal Ilham; Suci Wahyu Fajriani; Mallia Hartani
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 8, No 2 (2025): June
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.8.2.224-240

Abstract

Di Indonesia, sistem kesehatan tradisional masih terpisah dari pengobatan modern, namun berjalan beriringan dengan  pengobatan modern. Desa Simanau memiliki pengobatan ureh nan ampek yang dikenal dengan empat jenis tanaman obat. Etnofarmakologi ini memiliki dikotomi keseimbangan yang sama dengan pengobatan patologi humoral, ayurveda dan yin-yang. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnosains dimana peneliti menggunakan pengetahuan lokal dari dukun dengan teknik pengumpulan data melalaui wawancara dan observasi, lalu tanaman yang dikumpulkan diuji dengan fitokimia. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa etnofarmakologi empat jenis tanaman obat ini memiliki dikotomi keseimbangan yang sama berdasarkan hubungan antara cerita Tawa Ureh Nan Ampek dengan pengujian fitokimia. Enydra fluctuans DC (sitawa) mengandung flavonoid, steroid dan saponin yang dideskripsikan sebagai penawar panas bagi paru-paru atau karabu. Cheilocostus speciosus (sidingin) memiliki kandungan flavonoid dan steroid yang dideskripsikan sebagai penghilang rasa dingin pada hati. Bryophyllum pinnatum (cikarau) mengandung flavonoid, fenolik, steroid dan saponin yang dideskripsikan sebagai penghancur penyakit pada intstinum tenue atau galang nan tujuah, dan Sacciolepis interrupta (cikumpai) mengandung saponin dan steroid yang dideskripsikan sebagai penghilang penyakit pada usus besar dan rectum atau rueh-rueh jari.
Integrasi Etnopedagogi Surau dan Pendidikan Formal dalam Pembentukan Karakter Anak: Kajian Sosiologi Pendidikan Budaya Minangkabau Suci Wahyu Fajriani; Tresno Tresno; Kurnia Asni Sari; Mallia Hartani; Ilal Ilham
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i4.771

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi beberapa model pemberdayaan pendidikan yang dilaksanakan oleh masyarakat Minangkabau melalui surau. Adat istiadat budaya yang telah mengakar menjadikan surau sebagai wadah pemecahan masalah, lembaga pendidikan Islam tradisional, dan tempat melakukan musyawarah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pembentukan karakter anak di bidang pendidikan melalui surau sebagai lembaga kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dengan tujuan menganalisis dan menginterpretasi berbagai bahan tertulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami teori dan praktik. Hasil penelitian menunjukan kearifan lokal dalam integrasi etnopedagogi budaya Minangkabau dan pendidikan formal menjadikan surau sebagai wadah awal dari pendidikan karakter anak menunjukan dampak positif sebagai upaya untuk menyeimbangkan pendidikan tradisional berbasis lokal dengan pendidikan formal. Pendidikan formal dapat berperan sebagai lembaga yang memberikan validitas terhadap pengajaran kearifan lokal, dengan cara membuat kurikulum untuk mendukung kearifan lokal budaya adat istiadat yang telah lebih dulu diajarkan sebagai tujuan untuk pembentukan karakter anak
Edukasi Bahaya Judi Online dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental Masyarakat di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang: Education on the Dangers of Online Gambling and Its Impact on Community Mental Health in Pulokerto Subdistrict, Gandus District, Palembang City Hapsari, Yuanita Dwi; Arianti, Yosi; Isyanawulan, Gita; Oktanedi, Aldri; Ilham, Ilal; Muslimah, Hayana; Aziz, Muhammad Fakhri
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 4 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i4.11408

Abstract

This activity was carried out as a preventive effort to raise public awareness of the social and psychological risks associated with online gambling practices. The phenomenon of online gambling in Palembang City has shown a significant increase, resulting in mental, economic, and social vulnerabilities within the community. The activity took place on Saturday, November 1, 2025, at the Pulokerto Village Mosque, involving 30 participants, including village officials, community leaders, PKK (Family Welfare Movement) cadres, youth, and parents. The method used was participatory socialization through interactive lectures, PowerPoint presentations, case studies, and reflective discussion sessions. The materials presented covered how online gambling operates, its impacts on mental health, and prevention strategies based on family and community engagement. The results of the activity indicated an increase in participants' understanding of the dangers of online gambling addiction and greater awareness of the importance of maintaining mental health amid digital advancement. This activity also encouraged a collective commitment among the community and village officials to reject online gambling practices and to develop follow-up programs focused on digital literacy education.
Manajemen Stakeholder Dalam Pengembangan Pariwisata Benteng Kuto Besak Palembang: Studi Literatur Berbasis Multi – Stakeholder Fahrizi, Rizki; Yansyah, M. Randi; Awaluddin, Moh Alif; Pratama, Adithya; Rohmat; Kurniawan, Rudy; Ilham, Ilal; Asni Sari, Kurnia
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5010

Abstract

Benteng Kuto Besak (BKB) merupakan salah satu destinasi wisata sejarah paling strategis di Kota Palembang yang dibangun pada tahun 1780 oleh Kesultanan Palembang Darussalam. Meskipun memiliki nilai historis, budaya, dan pariwisata yang tinggi, pengembangannya terhambat oleh permasalahan keamanan yang berulang dan koordinasi lintas stakeholder yang belum optimal. Artikel ini bertujuan mengkaji manajemen stakeholder dalam pengembangan pariwisata BKB melalui pendekatan studi literatur kualitatif berbasis 13 artikel jurnal terpilih (2021-2026) yang dapat diakses secara online. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat tiga kelompok stakeholder utama, yaitu pemerintah, swasta/CSR, dan masyarakat yang masing-masing memiliki peran komplementer. Model kolaborasi ideal mengintegrasikan pendekatan Penta Helix (pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, media) dengan kerangka AGIL (Adaptasi, Pencapaian Tujuan, Integrasi, Pemeliharaan Latensi). Kepercayaan wisatawan terbukti menjadi variabel kunci yang menghubungkan kualitas manajemen keamanan dengan minat kunjungan ulang. Artikel ini merekomendasikan lima strategi prioritas pengembangan BKB yang memerlukan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan.
Narasi Superioritas dalam Kontestasi Mahasiswa Sabrina; Kirana Suhada; Anisa Zalika; Robiah Fitriani; Naila Aisawa Nuriski; Muhammad Faiz Naufal; Ridhah Taqwa; Kurnia Asni Sari; Ilal Ilham
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5125

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena persaingan di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi yang terjadi tidak hanya dalam aspek pendidikan, tetapi juga dalam organisasi dan lingkungan sosial di kampus. Kompetisi ini sering kali menghasilkan narasi superioritas tentang keunggulan yang memisahkan mahasiswa "unggul" dan "biasa" melalui simbol prestasi, jabatan dalam organisasi, serta kesempatan untuk terhubung dengan jaringan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara narasi tentang superioritas dibentuk, dipahami, dan dijaga sebagai sebuah konstruksi sosial dalam persaingan di kalangan mahasiswa, serta dampaknya terhadap hubungan sosial antara mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain kajian literatur sistematis yang dikombinasikan dengan observasi tidak langsung di area kampus. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025 serta melalui pengamatan langsung terhadap perkembangan organisasi dan interaksi mahasiswa dalam konteks akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi superioritas terbentuk melalui distribusi modal akademik dan organisasi, praktik perbandingan sosial, penguasaan wacana, serta relasi kekuasaan dalam konteks demokrasi di kampus. Keunggulan tidak hanya bersifat objektif, melainkan juga dibentuk melalui pengakuan bersama yang memperkuat struktur sosial. Penelitian ini menyatakan bahwa persaingan di kalangan mahasiswa berfungsi sebagai wadah simbolik yang menciptakan stratifikasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan budaya akademik yang lebih terbuka untuk mencegah terjadinya eksklusi sosial di lingkungan perguruan tinggi.
Pengelolaan Rehabilitasi Sosial sebagai Strategi dalam Mengurangi Ketimpangan Ekonomi Sabrina Sabrina; Abil Al Husain; Yos Simon Aprialdo Panggabean; Friska Novelia; Ivana; Salsabilla Azzahra; Rudy Kurniawan; Kurnia Asni Sari; Ilal Ilham
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5597

Abstract

Ketimpangan ekonomi masih menjadi salah satu persoalan sosial utama di Indonesia yang memengaruhi kelompok masyarakat rentan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui program rehabilitasi sosial yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fungsi sosial, tetapi juga pada peningkatan kemandirian ekonomi penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan rehabilitasi sosial dalam meningkatkan kemandirian ekonomi serta melihat peran berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan rehabilitasi sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pengurangan ketimpangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan rehabilitasi sosial tidak hanya ditentukan oleh pemberian bantuan ekonomi, tetapi juga oleh penguatan kapasitas individu melalui pelatihan keterampilan, pendampingan sosial, serta pengembangan jaringan sosial yang mendukung aktivitas ekonomi.dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rehabilitasi sosial dapat menjadi strategi struktural yang efektif dalam mengurangi ketimpangan ekonomi apabila dilaksanakan secara komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan dengan menekankan pemberdayaan serta peningkatan kapasitas ekonomi penerima manfaat.