Maharani Dwi Prtiwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI PEMILIHAN OBAT BATUK PILEK NON-RESEP SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI OBAT PADA MASYARAKAT Anis Akhwan Dhafin; Elsa Mahardika Putri; Maharani Dwi Prtiwi; Herman; Winartiana; Mohammad Firdaus Alshol
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6507

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu upaya masyarakat untuk menangani keluhan kesehatan ringan secara mandiri, termasuk batuk dan pilek, melalui penggunaan obat non-resep. Praktik tersebut sering kali tidak disertai literasi obat yang memadai, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan pemilihan obat, ketidaktepatan aturan pakai, serta penggunaan yang kurang aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi warga dalam memilih dan menggunakan obat batuk pilek non-resep secara tepat, aman, dan rasional melalui metode edukasi door to door. Kegiatan dilaksanakan pada warga RT 02 RW 09 Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dengan cara mendatangi rumah warga secara langsung, memberikan edukasi secara individual, melakukan diskusi singkat sesuai kebutuhan warga, serta membagikan leaflet sebagai media penguatan informasi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan golongan obat, arti logo pada kemasan, cara membaca label obat, pemilihan obat batuk pilek sesuai gejala, aturan pakai, batas usia penggunaan, serta kondisi yang memerlukan konsultasi kepada tenaga kesehatan. Sebanyak 32 warga menerima edukasi secara langsung melalui kunjungan rumah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan warga meningkat dari 58,4 pada pretest menjadi 84,7 pada posttest. Peningkatan pemahaman terutama tampak pada kemampuan warga dalam membedakan golongan obat, memahami informasi pada label, mengenali kandungan ganda, serta menentukan penggunaan obat yang tepat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kefarmasian berbasis kunjungan rumah dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi obat masyarakat dan mendukung swamedikasi yang lebih rasional.