Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sertifikasi halal dan citra merek terhadap keputusan pembelian produk Mixue di Kota Makassar. Pertumbuhan industri makanan dan minuman yang pesat meningkatkan persaingan, sehingga faktor kehalalan produk dan kekuatan citra merek menjadi pertimbangan penting dalam memengaruhi keputusan konsumen. Namun demikian, penelitian sebelumnya umumnya hanya menguji pengaruh variabel secara parsial tanpa memberikan penegasan mengenai dominasi relatif antara sertifikasi halal dan citra merek, khususnya dalam konteks perilaku konsumen lokal di Kota Makassar. Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi dalam mengisi kesenjangan tersebut dengan menghadirkan analisis komparatif empiris yang menegaskan faktor dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 301 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien jalur sebesar 0,300. Citra merek juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien jalur sebesar 0,571, serta memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan sertifikasi halal. Temuan ini mengindikasikan bahwa selain jaminan kehalalan produk, persepsi positif konsumen terhadap merek menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan pembelian. Penelitian ini menegaskan pentingnya mempertahankan sertifikasi halal sebagai bentuk jaminan kepercayaan konsumen, sekaligus memperkuat citra merek melalui inovasi produk, strategi pemasaran yang efektif, dan kualitas layanan yang konsisten.