Tsania Nur Syahadatina
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Pemahaman Hukum Nikah melalui Kajian Kitab Taqrib (Matn Abu Syuja’) di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al-Mustainiyyah Surakarta Sintia Devi Astuti Dwi Cahyani; Tsania Nur Syahadatina; Wahyu Setiawan; Roisah Masuliyah
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v3i4.1677

Abstract

Marriage is an innate bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of maintaining offspring and channeling human nature according to religious guidance. This study aims to describe the understanding of marriage law through the study of the book of Taqrib (Matn Abu Syuja') at the Raudlatul Muhibbin Al-Mustainiyyah Islamic Boarding School in Surakarta. The method used is descriptive qualitative with in-depth interview techniques as the main instrument. The research subjects consist of students and ustaz who are active in the study of marriage fiqh. The results of the study show that the process of understanding marriage law takes place through three main stages. First, students receive new knowledge through reading books that are corrected directly by the teacher. Second, there is a value transaction through group discussions and deliberation that strengthens understanding and forms a critical attitude towards contemporary issues. Third, students carry out simulation practices and case studies such as serial marriage, underage marriage, and intersectarian marriage which are linked to positive Indonesian law. This process demonstrates the integration between the understanding of classical texts and the context of modern law. This study recommends strengthening the contextual approach in the study of marriage jurisprudence and the development of case-based learning methods to increase the relevance and understanding of Islamic law in the pesantren environment.
SOSIALISASI PENGUATAN PERAN PEMUDA DALAM MENENTUKAN ARAH GERAK KEPEMUDAAN DI DESA GADEN, KECAMATAN TRUCUK, KABUPATEN KLATEN Danu Setiawan; Nur Baiti; Tsania Nur Syahadatina; Lintang Bagus Yogiyansah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pemuda Karang Taruna Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten mengenai arah gerak, tugas, wewenang, serta dasar hukum organisasi, sekaligus mendorong keterlibatan pemuda dalam menentukan arah gerak kepemudaan di desa. Kegiatan dilatarbelakangi oleh besarnya jumlah anggota Karang Taruna yang belum diimbangi dengan kejelasan arah organisasi. Pengurus maupun anggota masih memiliki keterbatasan dalam memahami tugas pokok, fungsi, dan wewenang, serta dasar hukum yang mengatur Karang Taruna. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi kondisi awal, observasi, wawancara, sosialisasi, dan diskusi partisipatif bersama pengurus dan anggota Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterbatasan pemahaman mengenai arah organisasi, tugas dan fungsi kepengurusan, serta dasar hukum menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi keberlangsungan kegiatan Karang Taruna. Sosialisasi yang mencakup penyampaian materi mengenai tugas dan fungsi kepengurusan, pengenalan dasar hukum, diskusi kelompok, serta forum perumusan arah organisasi memberikan pemahaman awal kepada peserta mengenai peran dan tanggung jawab mereka dalam organisasi. Kegiatan juga menghasilkan kesepakatan awal mengenai perlunya penataan pembagian tugas kepengurusan, penyusunan program kerja jangka pendek dan menengah, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah desa. Kegiatan penguatan peran pemuda ini menjadi langkah awal dalam mendorong tata kelola Karang Taruna yang lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan di tingkat desa.