Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Kabupaten “A” Dengan Metode ATC/DDD dan DU 90% Wahyu Apriliany; Ganet Eko Pramukantoro; Tri Wijayanti
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i1.38159

Abstract

Hipertensi adalahckondisi dimanactekanancdarah tinggi (sistolik>140cmmHg ataucdiastolik>90 mmHg) yang menetap. Hipertensictermasuk salah satu penyakit kronis yang membutuhkancpengobatan jangkacpanjang. Pasienchipertensi yang mengikuti Program RujukcBalik memerlukancpengobatan jangka panjangcsehingga perlunya dilakukancevaluasi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsumsi obatcantihipertensi pasien PRB dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Penelitian menggunakan rancangan crosscsectional dan pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian adalah pasienchipertensi yang mengikuti PRBcpada periode Januari-Desemberc2021. Data yang diambilcberupa data penggunaancobat hipertensi pada Apotek X dan Apotek Y kemudiancdianalisis dengan metode Anatomical TherapeuticcChemical Defined DailycDose (ATC/DDD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antihipertensi terbanyak adalah golongan CCB yaitu amlodipine dengan 3212,5 DDD/KPRJ di Apotek X dan 1075,833 di Apotek Y. Obat yang masuk dalam segmen DU 90% adalah amlodipine, candesartan, lisinopril, bisoprolol, ramipril, dan furosemide pada Apotek X serta amlodipine, candesartan, ramipril, furosemide, dan hidrochlorothiazid pada Apotek X. Kesesuaian penggunaan obat dengan FORNAS adalah 62,285% di Apotek X dan 68,75% di Apotek Y.
Hubungan Mutu Pelayanan Kefarmasian dengan Kepuasan Pasien di Apotek Wilayah Kecamatan X Kota Surakarta Tahun 2022: Correlation of Quality of Pharmaceutical Services and Patient Satisfaction in Pharmacy of X District Surakarta in 2022 Zorathea Benita; Tri Wijayanti; Ganet Eko Pramukantoro
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i2.1711

Abstract

Pharmaceutical service quality refers to degree of service perfection that increases patient satisfaction. Pharmacies are required to review several aspects in order to improve quality of pharmaceutical services which include tangibles, empathy, assurance, responsiveness and reliability. The research objective was to determine the correlation between quality of pharmaceutical services and degree of patient satisfaction with pharmaceutical services in pharmacy of X District Surakarta in 2022. This study is a descriptive involved 225 patients and 8 pharmacies in a survey. Pharmaceutical service data is concluded based on quality category of pharmaceutical services in pharmacies. Patient satisfaction was analyzed by comparing the weight of reality and expectations based on variables that affect patient satisfaction. Additionally, it was examined using the SPSS 23 Spearsman's Rho test to see if there was a correlation between caliber of pharmaceutical services and degree of patient satisfaction. In pharmacies of X District Surakarta, the quality of pharmaceutical services received an average score of 63,62% (sufficient) and an average percentage of patient satisfaction levels of 79.55% (satisfied) in 2022. The results of the Spearman's rho correlation test of 0.994 indicate that there is a correlation between quality of pharmaceutical services and level of patient satisfaction. Keywords: pharmaceutical services, patient satisfaction, pharmacy X district, Surakarta Abstrak Mutu pelayanan kefarmasian mengacu pada tingkat kesempurnaan suatu pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Pihak apotek wajib meninjau aspek meliputi bukti fisik, empati, jaminan, daya tanggap dan reliabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek wilayah Kecamatan X Kota Surakarta tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei menggunakan kuesioner terhadap 8 apotek dan 225 pasien. Data pelayanan kefarmasian disimpulkan berdasarkan kategori mutu pelayanan kefarmasian di apotek. Kepuasan pasien dianalisis dengan membandingkan bobot realita dan ekspektasi berdasarkan variabel yang mempengaruhi kepuasan pasien. Selanjutnya dianalisis untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara mutu pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien menggunakan SPSS 23 uji spearsman’s rho. Mutu pelayanan kefarmasian di apotek wilayah Kecamatan X Kota Surakarta tahun 2022 memperoleh skor rata-rata sebesar 63,62% (cukup) dan rata- rata persentase tingkat kepuasan pasien sebesar 79,55 % (puas). Hasil uji korelasi spearman’s rho sebesar 0,994 hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara mutu pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien. Kata Kunci: pelayanan kefarmasian, kepuasan pasien, apotek Kecamatan X Surakarta
Uji Efektivitas Patch Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) pada Penyembuhan Luka Sayat Punggung Kelinci (Oryctolagus cuniculus): Effectiveness Test of Patch Green Betel Leaf Extract (Piper betle L.) on Healing of Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Back Wounds Dewi Nurul Aini; Dwi Ningsih; Ganet Eko Pramukantoro
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1942

Abstract

Betel leaf (Piper betle L.) has potential as wound healing. The purpose of this research is formulate green betel leaf extract into patch with good stability and physical quality, knowing green betel leaf extract has healing effect, determine the concentration green betel leaf extract which is effective in healing cut wounds. Development in patch form due to the advantages, namely therapeutic effect, practical, and comfortable. The patch formula using extract concentrations 2%, 6%, and 10%. Patches are tested for physical quality, stability checks, and determination of active substance content. Observations effectiveness of wound healing were carried out every day before giving treatment including wound length, healing time, erythema, edema, degree of dryness, scab, and pus. Data wound healing were analyzed with Kruskall-Wallis and Mann Whitney. The results showed that green betel leaf extract could be formulated into a patch with good physical quality and stability. Green betel leaf extract 2%, 6%, and 10% has wound healing effect. The concentration of extract that effective as wound healer is 6%. Keywords:          green betel leaf, extract, patch, wound healing   Abstrak Daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki potensi sebagai penyembuh luka sayat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun sirih hijau dalam bentuk patch dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik, mengetahui ekstrak daun sirih hijau memiliki efek penyembuhan luka sayat, mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yang efektif dalam menyembuhkan luka sayat. Pengembangan dalam bentuk patch karena memiliki kelebihan yaitu efek terapi lama, praktis, dan nyaman digunakan. Formula patch menggunakan konsentrasi ekstrak yaitu 2%, 6%, dan 10%. Patch diuji mutu fisiknya, pemeriksaan stabilitas, dan penetapan kadar zat aktif. Pengamatan efektivitas penyembuhan luka dilakukan setiap hari sebelum pemberian perlakuan meliputi panjang luka, waktu penyembuhan, eritema, edema, tingkat kekeringan, keropeng, dan nanah. Data pengamatan penyembuhan luka dianalisis menggunakan SPSS Kruskall-Wallis dan Mann Whitney. Hasil menunjukkan ekstrak daun sirih hijau dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik. Ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 2%, 6%, dan 10% memberikan efek penyembuhan luka sayat. Konsentrasi ekstrak yang efektif sebagai penyembuh luka sayat yaitu 6%. Kata Kunci:         daun sirih hijau, ekstrak, patch, penyembuhan luka sayat