This study aims to determine the effect of dot drill training on the agility of volleyball athletes. The method used is an experiment with a One-Group Pretest-Posttest Design. The population in this study is all members of the volleyball extracurricular activity at MA Nursyamsi, Tasikmalaya, with a sample size of 20 people selected using total sampling. The instrument used to measure agility was the T-Test Agility. Data collection was conducted before and after the dot drill training intervention over a specific period. The results of the first hypothesis test using a paired sample t-test indicated that dot drill training significantly influenced agility improvement. The results of the second hypothesis test showed that ball reaction training also significantly influenced agility improvement. Furthermore, the results of the third hypothesis test using one-way analysis of variance showed a significant difference between the two types of training in terms of agility improvement. It can be concluded that both types of training significantly improve agility, but there is a difference in effectiveness between the two. This study recommends the systematic application of dot drill and ball reaction training in training programs to improve athletes' agility. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan dot drill terhadap kelincahan atlet cabang olahraga bolavoli. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota ekstrakurikuler bolavoli di MA Nursyamsi, Tasikmalaya, dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang yang dipilih secara total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelincahan adalah T-Test Agility. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan latihan dot drill selama periode tertentu. Hasil uji hipotesis pertama dengan paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan dot drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa latihan ball reaction juga memberikan pengaruh yang signifikan,. Selanjutnya, hasil uji hipotesis ketiga menggunakan analisis varian satu arah menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua jenis latihan terhadap peningkatan kelincahan. Dapat disimpulkan bahwa kedua jenis latihan secara signifikan meningkatkan kelincahan, namun terdapat perbedaan efektivitas antara keduanya. Penelitian ini merekomendasikan penerapan latihan dot drill dan ball reaction secara sistematis dalam program latihan untuk peningkatan kelincahan atlet.