Dea Dwi Ananda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknologi Instalasi Pengelolaan Air Limbah di Muara Angke dan Analisis Pasca Pengoperasian Putra, M. Sulthon Nurharmansyah; Tedi Kurniadi; Mitro Prihantoro; Gunaryo; Dea Dwi Ananda; Latisa Stefi Alivia; Arya Rafif Rabbani; Gabriel Prabowo
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i1.13199

Abstract

Permasalahan sanitasi lingkungan di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, khususnya terkait pengelolaan air limbah domestik yang dibuang langsung ke badan air tampa pengolahan, telah menyebabkan penurunan kualitas air serta meningkatkan resiko penyakit bebasis lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta melakukan analisis pasca pengoprasian guna mengevaluasi kinerja dan efektivitas sistem yang telah dibangun. Metode yang digunakan survei awal, perancangan IPAL dan untuk mengetahui kondisi pengelolaan sarana tersebut dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif yakni dengan mendeskripsikan kondisi pengelolaan sarana sanitasi berdasarkan hasil kuisioner masyarakat yang terkena dampak IPAL Muara Angke. Tingkat kepuasan meliputi pengetahuan, kebermanfaatan, hasil kualitas air, dampak, dan penerapan IPAL. Hasil pengabdian ditunjukkan dengan teknologi IPAL yang telah terpasang di Muara Angke dan hasil analisis menunjukkan bahwa tipologi pengelolaan IPAL adalah : Aspek hasil pengelolaan air yang berada pada posisi pertama dengan nilai 95%, aspek kebermanfaatan dan dampak positif yang pada posisi kedua dengan nilai 90%, aspek pengetahuan dan kemudahan penerapan yang berada pada posisi terakhir dengan nilai 87,5%. Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan hasil yang baik mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap IPAL. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi pengelolan air limbah di wilayah pesisir perkotaan.