This study aims to evaluate the implementation of the Electronic Title and Guidance (E-JB) system at the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, as a strategic response to inefficient manual administrative processes. The research employs a qualitative descriptive approach, utilizing semi-structured interviews with faculty leaders and students, field observations, and documentation as primary data collection techniques. The results indicate that the E-JB system significantly enhances administrative efficiency by reducing title submission processing time from seven days to approximately three days. Furthermore, the system promotes transparency through real-time tracking of academic status and contributes to environmental sustainability by minimizing paper consumption. However, the study identifies critical implementation barriers, including user resistance due to varying levels of digital literacy and technical constraints such as unstable internet connectivity and hardware limitations. In conclusion, while the E-JB system successfully modernizes academic services and accelerates bureaucratic workflows, its long-term effectiveness depends on comprehensive digital literacy training and infrastructure optimization. This study provides a foundational framework for higher education institutions seeking to navigate digital transformation while mitigating the socio-technical challenges inherent in transitioning from conventional to integrated digital administrative models. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem Elektronik Judul dan Bimbingan (E-JB) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, sebagai respons strategis terhadap ketidakefisienan proses administrasi manual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semiterstruktur bersama pimpinan fakultas dan mahasiswa, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem E-JB secara signifikan meningkatkan efisiensi administrasi dengan memangkas waktu pemrosesan pengajuan judul dari tujuh hari menjadi sekitar tiga hari. Lebih lanjut, sistem ini mendorong transparansi melalui pelacakan status akademik secara real-time dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dengan meminimalkan konsumsi kertas. Namun, penelitian ini mengidentifikasi hambatan implementasi yang kritis, termasuk resistensi pengguna akibat tingkat literasi digital yang bervariasi serta kendala teknis seperti konektivitas internet yang tidak stabil dan keterbatasan perangkat keras. Kesimpulannya, meskipun sistem E-JB berhasil memodernisasi layanan akademik dan mempercepat alur kerja birokrasi, efektivitas jangka panjangnya bergantung pada pelatihan literasi digital yang komprehensif dan optimalisasi infrastruktur. Penelitian ini memberikan kerangka dasar bagi institusi pendidikan tinggi yang berupaya melakukan transformasi digital sembari memitigasi tantangan sosio-teknis yang melekat dalam transisi dari model administrasi konvensional ke digital terintegrasi.