Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, keefektivan serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diterapkannya LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS materi tradisi dan budaya di sekitar kit akelas IV. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation)Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan memiliki karakteristik yang menarik, antara lain beragam karakter gambar, penyajian masalah dalam bentuk dialog, tahapan penyajian masalah sesuai model PBL, serta penyajian materi melalui video. Tingkat kelayakan produk dinilai sangat baik oleh ahli materi dan ahli media dengan persentase masing-masing sebesar 97% dan 97%. Kemampuan berpikir kritis peserta didik juga meningkat setelah menggunakan LKPD ini, yang diperkuat dengan hasil nilai N-gain rata-rata sebesar 0,73 yang tergolong dalam kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa LKPD berbasis PBL sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Implikasi: Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kurangnya kesepakatan awal antara peneliti dan peserta didik menyebabkan beberapa peserta didik kurang fokus, yang berdampak pada kelancaran proses pembelajaran. Selain itu, diperlukan bimbingan dari pendidik dalam manajemen waktu karena model PBL membutuhkan durasi yang lebih lama dibanding metode konvensional. Dengan manajemen waktu yang baik, seluruh materi kurikulum dapat disampaikan secara optimal.