Masyarakat Indonesia umumnya lebih memilih daging ayam untuk dikonsumsi. Berdasarkan Badan Pangan Nasional pada tahun 2022 konsumsi daging ayam sebesar 7,15 kg/kapita/tahun dan tahun 2023 sebesar 7,46 kg/kapita/tahun. Level konsumsi tersebut meningkat 4,3% dalam satu tahun. Populasi ayam pedaging yang bertambah menyebabkan HPP (Harga Pokok Produksi) meningkat. Sehingga dibutuhkan efisiensi supaya menekan HPP tersebut salah satunya dengan melakukan penjarangan ayam kerdil dan ayam betina yang kurang produktif untuk mengoptimalkan density atau kepadatan kandang hingga mencapai 12-17 ekor/m2. Namun, beberapa peternak tidak bersedia melakukan penjarangan. Berdasarkan permasalahan di atas maka, dilakukan suatu analisis terhadap upaya peternak sebelum melakukan panen ayam pedaging yaitu perlakuan penjarangan dan tidak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis performa akhir ayam pedaging yaitu ADG (Average Daily Gain), Deplesi, FCR (Feed Conversion Ratio), BW (Body Weight), IP (Indeks Performa) dan IOFC. Sampel yang digunakan yaitu 20 peternak ayam pedaging yang dipelihara pada kandang tertutup. Semua peternak tersebut bermitra dengan PT GMS dimana DOC, pakan dan OVK yang sama. Teknik analisis menggunakan deskriptif kuantitatif, dan dihitung dengan Uji-t tidak berpasangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata-rata nilai ADG tidak penjarangan 59,11 g, penjarangan 59,81 g, Deplesi tidak penjarangan 6,84%, penjarangan 3,96%, FCR tidak penjarangan 1,67 dan penjarangan 1,51, selanjutnya BW tidak penjarangan 2,20 kg, penjarangan 1,98 kg, nilai IP tidak penjarangan 330, penjarangan 380, serta IOFC tidak penjarangan Rp 3.940/kg, penjarangan Rp 5.734/kg. Kesimpulan penelitian ini adalah metode penjarangan pada ayam pedaging yang dipelihara pada kandang tertutup tidak berpengaruh nyata terhadap ADG namun, berpengaruh nyata terhadap Deplesi, FCR, BW, IP dan IOFC. Sehingga dapat dikatakan metode penjarangan pada PT GMS merupakan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas ayam pedaging dibandingkan dengan metode panen tanpa penjarangan. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi manfaat bagi peternak serta menjadi pedoman untuk penelitian di masa mendatang guna mengembangkan inovasi di bidang peternakan.