Letak geografis Indonesia di kawasan tropis menjadikan paparan sinar matahari sebagai salah satu risiko kesehatan kulit yang perlu diantisipasi secara serius. Radiasi ultraviolet (UV) terbagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan panjang gelombang: UV-A (320–400 nm), UV-B (290–320 nm), dan UV-C (200–290 nm). Di antara ketiganya, UV-A dan UV-B merupakan komponen yang berhasil menembus lapisan atmosfer dan memengaruhi kondisi kulit serta bibir manusia. Bibir sebagai bagian wajah yang rentan terhadap kelembapan dan paparan lingkungan membutuhkan perlindungan khusus melalui produk topikal yang mengandung agen pelindung UV sekaligus antioksidan. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji nilai SPF serta kapasitas antioksidan sediaan lip balm berbasis ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Ekstraksi simplisia dilakukan melalui metode maserasi, dilanjutkan dengan evaluasi mutu fisik sediaan lip balm, pengukuran SPF secara in vitro menggunakan formula Mansur dengan spektrofotometri UV-Vis, serta penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Nilai SPF formula F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%) berturut-turut adalah 7,49; 7,51; dan 7,56, seluruhnya tergolong dalam kategori proteksi ekstra. Kapasitas antioksidan ekstrak kulit buah naga merah memperlihatkan nilai IC50 rata-rata sebesar 46,28 µg/mL, yang masuk dalam klasifikasi antioksidan sangat kuat. Temuan ini membuktikan bahwa limbah kulit buah naga merah dapat dikembangkan sebagai komponen aktif dalam formulasi kosmetik pelindung bibir dengan profil perlindungan UV dan antioksidan yang unggul.