Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cognitive Offloading dalam Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GAI) dan Perannya terhadap Working Memory Mahasiswa: Scoping Review Mahmud, Tiara Nailah; Tiatri, Sri; Beng, Jap Tji; Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama; Nurkholiza, Rahmiyana; Salsabila, Tasya Mulia; Bunarwan, Elga Adhi; Silitonga, Listra Chatalia; Azzahra, Cintya Syarah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4252

Abstract

Penggunaan artificial intelligence dengan model Generative artificial intelligence (GAI) dalam dalam bidang akademik merupakan bentuk inovasi teknologi yang dapat digunakan oleh mahasiswa. Mahasiswa mengandalkan Generative artificial intelligence (GAI) dalam menyelesaikan tugas, dan kegiatan pembelajaran sehari-hari untuk meringankan beban kognitif atau yang disebut cognitive offloading. Mahasiswa langsung memproses informasi yang diberikan Generative artificial intelligence (GAI) dan dikhawatirkan dapat mengurangi keterlibatan mahasiswa dalam proses kognitif khususnya pada working memory. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan berbagai macam publisher seperti Springer, American Psychology Association (APA), frontiers, taylor & francis, SAGE, MDPI, dan elsevier. Selain itu juga menggunakan database seperti PUBMED dengan rentang tahun maksimal 10 tahun terakhir (2016-2026). Pencarian artikel menggunakan kata kunci seperti cognitive offloading, artificial intelligence (AI), Generative artificial intelligence (GAI), working memory, dan menggunakan terjemahan kata kunci tersebut dalam bahasa Indonesia. Pencarian menghasilkan 55 artikel. Seleksi lebih lanjut berdasarkan inklusi menghasilkan 10 artikel. Hasil kajian menyatakan bahwa Cognitive offloading dalam penggunaan Generative artificial intelligence (GAI) memiliki peran membantu working memory memproses informasi dengan beban kognitif yang lebih ringan. Namun, agar kinerja working memory tetap dapat dilatih dan informasi dapat tersimpan lebih baik di long-term memory mahasiswa perlu menetapkan tujuan belajar.
PERAN PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GAI) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA: SCOPING REVIEW Bunarwan, Elga Adhi; Tiatri, Sri; Beng, Jap Tji; Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama; Nurkholiza, Rahmiyana; Salsabila, Tasya Mulia; Silitonga, Listra Chatalia; Mahmud, Tiara Nailah; Azzahra, Cintya Syarah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10343

Abstract

Generative Artificial Intelligence (GAI) is increasingly used in higher education to help students understand complex materials, receive feedback, explore ideas, and complete academic tasks. Nevertheless, evidence on the role of GAI in students’ learning motivation remains fragmented and has not sufficiently explained the conditions under which GAI may strengthen or weaken motivation. This gap is important because learning motivation shapes students’ engagement, self-regulation, autonomous learning, and academic outcomes in technology-enhanced learning environments. This scoping review aimed to map empirical evidence on how GAI use relates to university students’ learning motivation. The review followed Arksey and O’Malley’s methodological framework and was reported according to PRISMA-ScR. Eligible studies were analyzed using narrative-thematic synthesis to identify patterns of findings, supporting factors, inhibiting factors, and research gaps. The thematic synthesis indicates that GAI may support learning motivation when it is used for conceptual exploration, feedback, personalized learning, and competence development. However, GAI does not automatically increase students’ learning motivation. Its effects depend on students’ self-efficacy, lecturer support, self-regulated learning, the quality of interaction and output generated by GAI, and the risk of technological dependence. These findings imply that higher education institutions should design GAI-supported learning activities that are guided, reflective, ethical, and oriented toward strengthening, rather than replacing, students’ thinking processes. ABSTRAK Generative Artificial Intelligence (GAI) semakin banyak digunakan dalam pendidikan tinggi sebagai alat bantu untuk memahami materi, memperoleh umpan balik, mengeksplorasi ide, dan menyelesaikan tugas akademik. Namun, bukti mengenai peran GAI terhadap motivasi belajar mahasiswa masih terfragmentasi dan belum menjelaskan secara memadai kondisi yang membuat GAI dapat memperkuat atau justru melemahkan motivasi belajar. Kesenjangan ini penting dikaji karena motivasi belajar berperan dalam menentukan keterlibatan, regulasi diri, kemandirian belajar, dan kualitas capaian akademik mahasiswa dalam lingkungan pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai peran penggunaan GAI terhadap motivasi belajar mahasiswa melalui scoping review. Review ini menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley serta dilaporkan dengan mengacu pada PRISMA-ScR. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis melalui sintesis naratif-tematik untuk mengidentifikasi pola temuan, faktor pendukung, faktor penghambat, dan kesenjangan penelitian. Sintesis tematik menunjukkan bahwa GAI dapat mendukung motivasi belajar ketika digunakan untuk eksplorasi konsep, umpan balik, personalisasi pembelajaran, dan penguatan kompetensi. Namun, GAI tidak otomatis meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Dampaknya bergantung pada efikasi diri, dukungan dosen, regulasi diri, kualitas interaksi dan output GAI, serta risiko ketergantungan teknologi. Implikasinya, perguruan tinggi perlu merancang penggunaan GAI yang terarah, reflektif, dan etis agar teknologi ini memperkuat proses berpikir mahasiswa, bukan menggantikannya.