Maulidia, Nur Laila Maulidia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pola Asuh Strict Parent dalam Membentuk Karakter Mandiri Anak Usia 12-17 Tahun di Kelurahan Babat Kabupaten Lamongan Maulidia, Nur Laila Maulidia; Susilo, Heryanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian merupakan aspek penting dalam proses perkembangan anak, khususnya pada remaja usia 12-17 tahun, sebagai persiapan dalam tahap menuju kedewasaan. Dalam konteks ini, praktek pola asuh memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter mandiri anak. Di Kelurahan Babat, pengasuhan yang ketat masih banyak diterapkan oleh orang tua, karena dianggap efektif dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Namun, gaya pengasuhan ini juga menghadirkan tantangan, karena dapat mendukung sekaligus menghambat perkembangan kemandirian anak, terutama ketika anak tidak diberi kesempatan untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses mengambil keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Dengan partisipan yang terdiri dari orang tua dan anak berusia 12-17 tahun, bersama dengan informan tambahan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data dipastikan melalui adanya triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pengasuhan strict parent, diterapkan melalui penetapan aturan yang tegas, pengawasan intensif, dan penerapan sanksi sebagai bentuk penegakan nilai disiplin. Gaya pengasuhan ini efektif dalam menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab anak. Namun, hal itu tidak sepenuhnya mendukung pertumbuhan kemandirian anak, khususnya aspek pengambilan keputusan. Faktor yang mendukung penerapan pola pengasuhan ini meliputi konsistensi orang tua, lingkungan sosial, dan nilai budaya, sedangkan faktor yang menghambat meliputi terbatasnya komunikasi dua arah, kontrol orang tua yang tinggi, serta pengaruh lingkungan dan teknologi. Oleh karena itu, keseimbangan antara disiplin dan komunikasi yang efektif diperlukan untuk mendukung perkembangan kemandirian anak secara optimal.