Ika Sulistiawati
Universitas Muhammadiyah Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Teknologi Wearable Devices Virtual Reality terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 16 Bone Ika Sulistiawati; Andi Kasmawati; Muldiyana Muldiyana
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i3.8175

Abstract

Students' motivation to learn decreases if they feel bored with the same learning cycle, the conventional way of delivering material in some subjects is not interesting for students, one of which is history. When learning history, students' learning motivation tends to decrease, because it is theoretical and therefore considered boring. Learning history with conventional methods makes students feel bored and inactive in learning, therefore it is necessary to apply technology as a medium in the learning process in the classroom. This study aims to determine the effect of the use of virtual reality wearable devices technology on students' learning motivation in history subjects. The use of Virtual Reality wearable devices technology is an appropriate medium in history subjects because it can display audio visuals in 3D form which allows students to increase situational awareness and expand their vision. The use of Virtual Reality in learning allows students to engage in a more in-depth and interactive learning experience so that students' learning motivation increases and makes it easier to understand the material presented. A more immersive and realistic learning experience can make the subject matter more interesting and enjoyable. The study uses quantitative research methods. The results of this study indicate that the use of virtual reality in history learning can affect students' learning motivation. This can be seen from the results of the hypothesis test that the t-count value > t-table or 15,819 > 2.051 and the sig value of 0.001 < 0.05. Therefore, it can be concluded that H1 is accepted and H0 is rejected.
Pendampingan Penataan Ruang Baca Sekolah untuk Meningkatkan Akses dan Kenyamanan Membaca Siswa Andi Quraisy; Ashad Ardiansyah AR; Hadriansyah Hadriansyah; Ika Sulistiawati; Juwita Anggriani; Ria Hafsari
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6344

Abstract

Rendahnya minat baca dan belum optimalnya pemanfaatan ruang baca/perpustakaan di sekolah sering dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik dan tata kelola layanan, seperti ruang yang kurang bersih, tata letak tidak ramah pengguna, koleksi tidak terkelompok, serta minimnya penanda sehingga siswa kesulitan mengakses bacaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan penataan ruang baca sekolah untuk meningkatkan akses dan kenyamanan membaca siswa. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pola aksi–refleksi melalui tahapan: (1) koordinasi dan perizinan; (2) asesmen kondisi awal (baseline) mencakup kebersihan, pencahayaan, sirkulasi, tata letak, koleksi, dan layanan; (3) perancangan zoning/layout dan skema akses koleksi (pengelompokan kategori/jenjang serta labelisasi); (4) implementasi penataan ruang dan koleksi melalui pembersihan, penyortiran, penandaan, serta penataan area baca; dan (5) penguatan keberlanjutan melalui penyusunan SOP layanan, jadwal piket, buku tamu/rekap kunjungan, serta program literasi berbasis ruang baca (kunjungan kelas terjadwal, pojok rekomendasi bacaan, dan lapak buku/pojok baca keliling). Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan pada kondisi fisik ruang baca yang lebih bersih, rapi, dan nyaman; koleksi lebih tertata dengan label/penunjuk yang memudahkan siswa menemukan buku; serta peningkatan pemanfaatan ruang baca untuk kegiatan literasi terjadwal. Selain itu, sekolah memperoleh perangkat tata kelola sederhana yang mendukung keberlanjutan pengelolaan. Disimpulkan bahwa pendampingan penataan ruang baca yang dilakukan secara partisipatif efektif meningkatkan akses dan kenyamanan membaca siswa serta memperkuat fungsi ruang baca sebagai pusat literasi sekolah.