Listiyani, linda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RO’AN : BENTUK PRAKTIS PENDIDIKAN EKOLOGI PESANTREN Listiyani, linda; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6809

Abstract

Sampah saat ini menjadi salah satu masalah besar dalam masyarakat modern di negara Indonesia. Pola konsumsi makanan tinggi yang tidak diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya ekologis serta tanggung jawab yang diemban masing masing menyebabkan kerusakan lingkungan seperti halnya banjir. Persoalan sampah bukan semata mata karena hal teknis, melainkan ulah tangan manusia yang rendah akan kesadaran ekologis serta tanggung jawab menjaga lingkungan setempat. Pendidikan Ekologi saat ini menjadi fondasi garda terdepan akan kesadaran ekosistem lingkungan, karena pendidikan ekologi merupakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan supaya negara kita tetap terjaga dari wabah bencana terlebih bencana alam berupa banjir. Pendidikan ekologi tidak hanya di ajarkan di sekolah formal melainkan juga bisa diajarkan di sekolah non formal, misalnya pesantren. Pesantren merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai nilai ekologis melalui praktik kesehariannya, contoh tradisi Ro’an yang di terapkan di pesantren Al-Buruj Jepara menjadi salah satu bentuk kesadaran santri akan pentingnya menjaga lingkungan di sekitarnya.
RO’AN : BENTUK PRAKTIS PENDIDIKAN EKOLOGI PESANTREN Listiyani, Linda; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6912

Abstract

Problematika sampah di Indonesia telah menjadi krisis ekologis yang dipicu oleh rendahnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan, bukan semata faktor teknis. Pendidikan ekologi berperan sebagai fondasi utama dalam membangun relasi timbal balik antara manusia dan alam guna mencegah bencana seperti banjir. Lembaga pendidikan nonformal seperti pesantren memiliki potensi strategis untuk menanamkan nilai-nilai ekologis melalui praktik keseharian, salah satunya tradisi Ro’an di Pondok Pesantren Al-Buruj Jepara. Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa tradisi Ro’an tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan gotong royong membersihkan sampah, tetapi juga menjadi media internalisasi kesadaran ekologis yang berkelanjutan di kalangan santri. Praktik ini membentuk kebiasaan kolektif dalam memilah, mengelola, dan mengurangi sampah secara mandiri, sekaligus memperkuat tanggung jawab moral santri terhadap lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam. Dengan demikian, pendidikan ekologi berbasis kearifan lokal terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan lingkungan dan tindakan nyata. Kesimpulannya, penguatan pendidikan ekologi melalui tradisi seperti Ro’an di pesantren dapat menjadi model alternatif berbasis komunitas untuk menanggulangi krisis sampah dan mencegah banjir di lingkungan pesantren dan sekitarnya.