Sampah saat ini menjadi salah satu masalah besar dalam masyarakat modern di negara Indonesia. Pola konsumsi makanan tinggi yang tidak diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya ekologis serta tanggung jawab yang diemban masing masing menyebabkan kerusakan lingkungan seperti halnya banjir. Persoalan sampah bukan semata mata karena hal teknis, melainkan ulah tangan manusia yang rendah akan kesadaran ekologis serta tanggung jawab menjaga lingkungan setempat. Pendidikan Ekologi saat ini menjadi fondasi garda terdepan akan kesadaran ekosistem lingkungan, karena pendidikan ekologi merupakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan supaya negara kita tetap terjaga dari wabah bencana terlebih bencana alam berupa banjir. Pendidikan ekologi tidak hanya di ajarkan di sekolah formal melainkan juga bisa diajarkan di sekolah non formal, misalnya pesantren. Pesantren merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai nilai ekologis melalui praktik kesehariannya, contoh tradisi Ro’an yang di terapkan di pesantren Al-Buruj Jepara menjadi salah satu bentuk kesadaran santri akan pentingnya menjaga lingkungan di sekitarnya.
Copyrights © 2026