Era coffee shop modern di kota besar saat ini memiliki persaingan yang kian ketat sehingga sejumlah brand dari bisnis ini berlomba mengeksplorasi cara untuk lebih unggul dalam persaingan secara sehat, termasuk bagi Jokopi. Salah satu hal yang menarik menjadi sorotan di Jokopi yakni terkait komunikasi persuasif pada interaksi barista dan pengunjung. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif yang dilakukan barista pada interaksi dengan pengunjung di Jokopi cabang Surabaya. Selanjutnya, dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi non-parsitipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan barista mampu menerapkan strategi persuasif dalam pelayanan yang profesional, pendekatan secara empatik, serta rekomendasi produk yang informatif dan relevan. Penerapan strategi komunikasi oleh barista Jokopi tersebut dapat dikategorikan aspek persuasif dalam komunikasi klasik berdasarkan Aristoteles yang dapat ditunjukkan oleh barista, yakni (1) Ethos, sikap profesional dan kecakapan barista (2) Pathos, kemampuan barista untuk menyesuaikan obrolan secara emosional (3) Logos, cara barista untuk merekomendasikan produk secara jelas sekaligus relevan. Selain itu, dalam proses interaksi yang berlangsung cukup singkat, barista dapat mengimplementasikan ketiga aspek tersebut secara komprehensif dan hal tersebut dibuktikan juga dengan adanya respon dari pengunjung yang menyatakan “puas” dengan interaksi. Dengan demikian, komunikasi persuasif yang dilakukan barista kepada pengunjung Jokopi ini menunjukkan hasil yang nyata serta dalam jangka panjang interaksi ini akan memenangkan Jokopi dalam persaingan bisnis coffee shop di kota Surabaya.