Keterampilan berbicara siswa kelas II SD Negeri Pakintelan 02 masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru, kurang memberikan kesempatan siswa untuk berlatih berbicara secara aktif, serta minimnya variasi metode yang menarik dan interaktif. Akibatnya, siswa tampak kurang percaya diri, kesulitan mengungkapkan gagasan, dan partisipasi dalam komunikasi lisan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode role playing terhadap keterampilan berbicara siswa kelas II SDN Pakintelan 02. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (one group pretest-posttest design). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berbicara yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest), serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan setelah diterapkan metode role playing. Hal ini ditunjukkan dari adanya perbedaan antara nilai pretest dan posttest, di mana nilai posttest lebih tinggi dibandingkan nilai pretest. Selain itu, hasil perhitungan N-gain diperoleh sebesar 0,6592 yang termasuk dalam kategori sedang atau rata-rata. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan metode role playing mampu memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian, metode role playing dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa guru disarankan untuk mengintegrasikan metode role playing secara sistematis dalam rancangan pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi yang menuntut kemampuan komunikasi lisan, serta menyediakan skenario yang variatif dan kontekstual guna mengoptimalkan keberanian, kelancaran, dan kepercayaan diri siswa sejak dini.