Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dan Psikoedukasi Keluarga pada Remaja dengan Borderline Intellectual Functioning: Studi Kasus di Sekolah Menengah Atas Carla Marsha; Ika Sari Dewi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/snbap321

Abstract

Remaja dengan borderline intellectual functioning (BIF) memiliki kapasitas kognitif yang berada pada kisaran bawah rata-rata, tetapi sering dihadapkan pada tuntutan akademik dan sosial yang setara dengan teman sebaya, sehingga rentan mengalami kegagalan belajar, konsep diri negatif, dan konflik dengan lingkungan terdekat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil intervensi psikoedukasi kepada orang tua dan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) pada seorang remaja perempuan (KS) berusia 16 tahun dengan BIF yang menunjukkan keterlibatan belajar rendah, regulasi emosi yang lemah, dan hubungan keluarga yang disfungsional. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan subjek siswi kelas X IPA di sebuah SMA swasta di Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan subjek, orang tua, guru BK, wali kelas, dan teman sebaya; observasi di kelas dan rumah; serta tes psikologi (WBIS, tes grafis, EPPS, dan RMIB). Intervensi meliputi dua sesi psikoedukasi orang tua mengenai profil psikologis anak dan pola asuh, serta tiga sesi REBT yang disesuaikan dengan profil intelektual subjek menggunakan model ABCDE. Hasil menunjukkan bahwa skor FSIQ 81 dengan VIQ 79 dan PIQ 87 konsisten dengan BIF, disertai konsep diri negatif, perasaan tidak berharga, dan pola pikir irasional mengenai diri, orang tua, dan sekolah. Setelah psikoedukasi, orang tua mulai memahami keterbatasan anak, mengurangi penggunaan kekerasan verbal/fisik, dan mulai mengembangkan strategi komunikasi yang lebih suportif. Pasca-REBT, subjek menunjukkan perubahan ke arah keyakinan yang lebih rasional, peningkatan regulasi emosi, penurunan perilaku bolos, peningkatan keterlibatan akademik, serta perumusan tujuan masa depan yang lebih realistis. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi psikoedukasi keluarga dan REBT yang diadaptasi untuk BIF berpotensi efektif dalam penanganan kasus serupa di setting sekolah.  
Development of Statistics Teaching Materials: Analysis of The Effect of High Intensity Textual Seductive Detail on The Understanding of Statistics Learning in Psychology Students Carla Marsha; Desvi Yanti Mukhtar; Sri Supriyantini
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 3 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.3.p.1054-1066

Abstract

Statistics courses for psychology students are often considered difficult, requiring teaching materials that enhance engagement without hindering conceptual understanding. One approach is adding textual seductive details—unique but irrelevant narratives or facts—to learning content. This study aimed to develop statistical teaching materials and examine the effect of high-intensity textual seductive details on students’ understanding. Using a one-group pretest–posttest design with 15 psychology students, statistical understanding was measured before and after the intervention and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results showed a significant improvement between pretest and posttest scores (Z = −3.041, p = .002, r = .79), indicating a strong positive effect of high-intensity seductive details on learning. Spearman’s correlation revealed no significant relationship between prior knowledge, cognitive load, and posttest results. However, a moderate negative correlation appeared between cognitive load and posttest performance (ρ = −.438; p = .102), suggesting that higher cognitive load tends to reduce understanding, though not significantly. Therefore, integrating high-intensity seductive details should be balanced with careful management of cognitive load in designing statistical learning materials.