Dalam bidang konstruksi baik gedung, jalan maupun jembatan, penjadwalan memiliki peranan penting karena mengatur waktu dan urutan berbagai tahap, serta hubungan antar aktivitas pekerjaan. Penjadwalan yang dibuat berdasarkan bobot pekerjaan dan perkiraan waktu per minggu sering sekali digunakan dalam proyek konstruksi yang bersifat lokal/setempat. Penjadwalan seperti ini dapat menimbulkan penyimpangan interpretasi mengenai urutan dan durasi setiap kegiatan proyek selama konstruksi berlangsung. Penjadwalan yang efektif harus disusun berdasarkan estimasi waktu yang tepat, dan hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode network planning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penjadwalan proyek konstruksi, estimasi durasi akhir proyek konstruksi serta kegiatan-kegiatan yang berada pada jalur kritis berdasarkan produktivitas berbasis SNI 2008 dan Peraturan Menteri PUPR Tahun 2024. Penelitian ini dilakukan menggunakan bantuan program Microsoft Project dengan metode Crticial Path Method. Hasil penelitian dengan analisis Critical Path Method menunjukkan bahwa SNI 2008 membutuhkan waktu 225 hari sedangkan Permen PUPR membutuhkan waktu 246 hari. Pekerjaan yang termasuk dalam jalur kritis berdasarkan SNI 2008 dan Peraturan Menteri PUPR 2024 sama yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan fondasi foot plat, pekerjaan beton bertulang lantai 1, pekerjaan beton bertulang lantai 2, pekerjaan beton bertulang lantai 3, pekerjaan pelat atap, pekerjaan dinding dan kusen, pekerjaan plafon dan plesteran, pekerjaan acian dan pekerjaan keramik