Elma Julia Rani Manullang
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Materialitas Dalam Perencanaan Dan Pelaksanaan Audit Vincentia Sinaga; Elma Julia Rani Manullang; Hot Nelly Rodearni Sipayung
Journal of Accounting, Finance, Taxation, and Auditing (JAFTA) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Magister Akuntansi FB-UK.Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jafta.v7i1.11605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran materialitas dalam perencanaan dan pelaksanaan audit laporan keuangan melalui metode studi literatur. Materialitas merupakan faktor utama yang memandu auditor dalam menilai kesalahan penyajian laporan keuangan serta menentukan ruang lingkup audit. Kajian ini menunjukkan bahwa penetapan materialitas yang tepat sangat penting dalam memastikan efisiensi dan kualitas audit. Auditor menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam menetapkan tingkat materialitas, yang dipengaruhi oleh ukuran perusahaan, kompleksitas transaksi, serta risiko bisnis. Materialitas juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan selama proses audit dan mempengaruhi opini audit yang diberikan. Ketika kesalahan penyajian material ditemukan dan tidak dikoreksi oleh klien, auditor diwajibkan untuk memberikan opini yang dimodifikasi. Studi ini menekankan pentingnya fleksibilitas auditor dalam menyesuaikan tingkat materialitas selama pelaksanaan audit agar dapat memitigasi risiko audit yang muncul. Dengan penetapan materialitas yang tepat, auditor dapat memprioritaskan area pengujian yang berisiko tinggi dan memberikan hasil audit yang lebih relevan dan berkualitas. Kata Kunci: Materialitas, Audit, kesalahan penyajian, perencanaan audit, pelaksanaan audit
PERUBAHAN PERAN AKUNTAN DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: KAJIAN LITERATUR DENA CHRISTIN AMBARITA; Elma Julia Rani Manullang; Windi Trinadia; Jufri Darma
LAND JOURNAL Vol. 7 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47491/landjournal.v7i1.4530

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk akuntansi. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan peran akuntan sebelum dan sesudah hadirnya AI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan pada periode 2017–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran akuntan mengalami pergeseran dari sekadar pencatat transaksi dan penyusun laporan manual, menuju peran strategis sebagai analis data, penasihat bisnis, dan auditor berbasis teknologi. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa AI mendorong akuntan untuk meningkatkan kompetensi digital, etika, dan kemampuan analisis, serta menyesuaikan kurikulum pendidikan akuntansi di era digital. Hasil kajian ini memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, bagi pendidikan akuntansi, perlu dilakukan penyesuaian kurikulum dengan menambahkan mata kuliah yang berfokus pada Artificial Intelligence (AI), data analytics, dan digital auditing agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan era digital. Kedua, bagi praktisi akuntansi, penelitian ini menekankan perlunya peningkatan literasi digital, kemampuan analisis data, serta pemahaman etika profesi di tengah pemanfaatan teknologi. Ketiga, bagi organisasi atau perusahaan, penerapan AI dalam akuntansi dapat menjadi strategi untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan daya saing, sehingga diperlukan dukungan berupa pelatihan berkelanjutan bagi akuntan. Dengan demikian, implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang yang harus dimanfaatkan untuk memastikan profesi akuntan tetap relevan dan bernilai strategis di era Society 5.0. Kata Kunci: Artificial Intelligence (AI), Peran Akuntan, Digitalisasi Ekonomi, Society 5.0, Otomatisasi Akuntansi, Audit Digital, Kajian Literatur. ABSTRACT   The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes across various fields, including accounting. This literature review aims to identify the transformation of accountants’ roles before and after the emergence of AI. The research method employed is a literature study based on relevant national and international journals published between 2017 and 2024. The findings indicate that the role of accountants has shifted from merely recording transactions and preparing manual reports to more strategic roles such as data analyst, business advisor, and technology-based auditor. The conclusion highlights that AI encourages accountants to enhance their digital competence, ethical awareness, and analytical skills, as well as adapt accounting education curricula to the digital era. The findings of this study carry several important implications. First, for accounting education, curriculum adjustments are needed by incorporating courses that focus on Artificial Intelligence (AI), data analytics, and digital auditing to ensure graduates possess competencies relevant to the digital era. Second, for accounting practitioners, this research emphasizes the necessity of enhancing digital literacy, data analysis skills, and a strong understanding of professional ethics in the midst of technological utilization. Third, for organizations or companies, the adoption of AI in accounting can serve as a strategy to improve efficiency, accuracy, and competitiveness, which requires continuous training support for accountants. Thus, the implications of this study indicate that AI is not merely a challenge but also an opportunity that must be leveraged to ensure the accounting profession remains relevant and strategically valuable in the era of Society 5.0.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN SELF EFFICACY TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X PELAJARAN AKUNTANSI DASAR DI SMK YAYASAN PERGURUAN DWI TUNGGAL Elma Julia Rani Manullang; Haryani Pratiwi Sitompul; Jufri Darma; Pasca Dwi Putra; Rini Herliani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.13598

Abstract

Learning independence is an important competency for vocational high school students, particularly in Basic Accounting, which requires accuracy, responsibility, and the ability to complete learning tasks independently. However, preliminary observations at SMK Yayasan Perguruan Dwi Tunggal indicated that some students still relied on teachers or peers, showed limited initiative in seeking additional learning resources, and had difficulty managing their learning time optimally. This study aims to analyze the influence of learning motivation and self-efficacy on the learning independence of Grade X Financial Accounting students in Basic Accounting. This quantitative study employed an ex post facto method. The population and sample consisted of 67 students selected using total sampling. Data were collected through a four-point Likert-scale questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4.1.1.8. The results showed that learning motivation had a positive and significant relationship with learning independence (β = 0.478; p < 0.001), while self-efficacy also had a positive and significant relationship with learning independence (β = 0.377; p = 0.001). Learning motivation demonstrated a stronger relationship with learning independence than self-efficacy. The R-Square value of 0.647 indicated that the two variables jointly explained 64.7% of the variance in learning independence, while the remaining 35.3% was associated with other factors outside the model. These findings indicate that strengthening learning motivation and self-efficacy in an integrated manner is important for supporting students' learning independence in Basic Accounting. ABSTRAK Kemandirian belajar merupakan kemampuan penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya dalam pembelajaran Akuntansi Dasar yang menuntut ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan tugas secara mandiri. Namun, hasil observasi awal di SMK Yayasan Perguruan Dwi Tunggal menunjukkan bahwa sebagian siswa masih bergantung pada arahan guru maupun teman, kurang berinisiatif mencari sumber belajar tambahan, dan belum mampu mengatur waktu belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi belajar dan self-efficacy terhadap kemandirian belajar siswa kelas X Akuntansi Keuangan pada mata pelajaran Akuntansi Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 67 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert empat pilihan dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemandirian belajar (β = 0,478; p < 0,001), sedangkan self-efficacy juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemandirian belajar (β = 0,377; p = 0,001). Motivasi belajar menunjukkan hubungan yang lebih kuat dibandingkan self-efficacy. Nilai R-Square sebesar 0,647 menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama mampu menjelaskan 64,7% variasi kemandirian belajar, sedangkan 35,3% berkaitan dengan faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan motivasi belajar dan self-efficacy secara terpadu penting untuk mendukung perkembangan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran Akuntansi Dasar.