Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLIGAMI TANPA TRANSPARANSI DALAM TEORI BATAS MUHAMMAD SYAHRUR: STUDI FENOMENA VIRAL 2025 Iefah Muflihah; Ardan Alfariz; Muhamad Farrij Hasbullah; Andi Rosa
JUTEQ: JURNAL TEOLOGI & TAFSIR Vol. 2 No. 12 (2026): JUTEQ: JURNAL TEOLOGI & TAFSIR
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the phenomenon of non-transparent polygamy that went viral in Indonesia in 2025 through the lens of Muhammad Syahrur’s Theory of Limits (Nazhariyyat al-Ḥudūd). The issue sparked extensive public debate regarding marital ethics, honesty, and the moral boundaries that govern contemporary polygamous practices. This research employs a qualitative library-based method, utilizing intra-textual analysis of Qur’anic verses alongside a review of Syahrur’s major works. Social data from the viral polygamy incident are incorporated to contextualize the ethical problems arising from the lack of transparency in modern practices. The findings reveal that, according to Syahrur, polygamy is not an absolute male right but a morally restricted action governed by minimum and maximum limits designed to ensure justice and protect women. Non-transparent polygamy violates the minimum threshold of justice by depriving women of accurate information, damaging trust, and causing psychological and social harm. Within the framework of the Theory of Limits, such practice constitutes an act of injustice (ẓulm) and contradicts the higher objectives of the Sharia (maqāṣid al-sharī‘ah). This study concludes that Syahrur’s Theory of Limits is highly relevant as an ethical paradigm for assessing modern polygamy. Polygamy can only be justified when practiced within strict moral boundaries that uphold transparency, honesty, and justice as essential principles of Muslim family life.
Optimalisasi Lingkungan Pembelajaran Interaktif melalui Gerakan Literasi Anak di Desa Parakanlima Muhamad Nabil AlFayidh; Siti Muntiasih Marhama; Fikri Pratama; Sulastri Sulastri; Ardan Alfariz; Zulkifli Reza Fahmi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1235

Abstract

Kegiatan literasi anak merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan kemampuan akademik, kreativitas, dan interaksi sosial anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan lingkungan pembelajaran interaktif melalui Gerakan Literasi Anak di Desa Parakanlima, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif selama empat minggu dengan frekuensi dua kali dalam satu minggu, sehingga terdapat delapan kali pertemuan. Sasaran kegiatan adalah anak-anak mulai dari usia balita hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara berpindah lokasi, yaitu pada minggu pertama di Kampung Cimuncang, minggu kedua dan ketiga di Kampung Kadeper, serta minggu keempat di Kampung Wakapsari. Kegiatan literasi meliputi membaca, menulis, berhitung, menggambar, bermain, menyanyi, bimbingan belajar, dan pendampingan mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan literasi secara rutin, variasi aktivitas pembelajaran, pendampingan langsung, dan perpindahan lokasi dapat menciptakan ruang belajar yang lebih interaktif serta memperluas akses kegiatan literasi bagi anak-anak di beberapa kampung. Program ini juga menjadi alternatif kegiatan pembelajaran berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di Desa Parakanlima.