Nurhalis Wahidin
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi dan Implementasi Kearifan Lokal untuk Konservasi Perikanan di Kelurahan Tadenas, Kecamatan Moti, Kota Ternate Muajmin Hudin; Supyan Supyan; M. Said Alhaddad; Nurhalis Wahidin; Irham Irham; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.344

Abstract

Kelurahan Tadenas di Kecamatan Moti, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, adalah contoh wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan dan kelautan yang melimpah, menjadikannya fondasi utama perekonomian lokal. Meskipun masyarakat lokal memiliki kearifan tradisional yang berpotensi efektif dalam pelestarian sumber daya, pengetahuan mengenai jenis, bentuk penerapan, dan efektivitas kearifan lokal tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk pelestarian sumber daya perikanan dan kelautan berbasis kearifan lokal di Kelurahan Tadenas, Kecamatan Moti, Kota Ternate. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada Desember 2023 hingga Januari 2024. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi praktik-praktik lokal melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis kearifan lokal yang berkontribusi terhadap pelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan di lokasi peneltian antara lain oti masou/oti maruahang, cum ifa, boboso ikan, gura jaru, dan solo pece. Kearifan lokal yang ditemukan terbagi dalam dua bagian menurut wujudnya yakni kearifan lokal yang berwujud dan tidak berwujud. Kearifan lokal yang berkontribusi langsung terhadap pelestarian sumber daya perikanan dan kelautan di lokasi penelitian adalah solo pece, boboso ikan, dan gura jaru. Praktik-praktik ini tidak hanya mencerminkan relasi spiritual antara masyarakat dan lingkungan, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk konservasi berbasis budaya. Namun, keberlanjutan kearifan lokal tersebut menghadapi tantangan dari modernisasi dan perubahan pola hidup.
Analisis Mangrove Sebagai Karbon Biru untuk Mitigasi Pemanasan Global dengan Menggunakan Google Earth Engine di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate Rifan Marasaoly; Nurhalis Wahidin; Ardan Samman; Mesrawaty Sabar; Rusmawati Labenua; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.421

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap dan menyimpan karbon biru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi vegetasi mangrove, menghitung biomassa di atas permukaan (AGB) dan biomassa bawah permukaan (BGB), total biomassa (TAB), stok karbon (TSC), serta mengestimasi potensi sekuestrasi CO2 di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Data diperoleh melalui citra satelit Sentinel-2 yang diolah menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerapatan vegetasi mangrove, yang kemudian menjadi dasar perhitungan biomassa dan karbon tersimpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NDVI berada pada kategori rapat (0,36–0,64) dengan luas tutupan 13,05 ha. Total biomassa tercatat sebesar 2.179,69 ton, terdiri dari 1.941,69 ton AGB dan 242,21 ton BGB. Stok karbon yang tersimpan (TSC) mencapai 1.024,46 ton, dengan potensi sekuestrasi CO2 sebesar 3.119,65 ton. Sementara itu, kategori emisi sedang dan rendah masing-masing melepaskan –13,91 ton dan –69,90 ton CO2. Hasil ini menegaskan peran signifikan ekosistem mangrove di Kelurahan Tafaga dalam penyimpanan karbon dan penyerapan CO2, serta menunjukkan perlunya rehabilitasi pada area degradasi. Temuan ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan konservasi dan strategi mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.