Supyan Supyan
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Estimasi Biomassa Mangrove Menggunakan NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di Desa Soligi, Kabupaten Halmahera Selatan Ardan Samman; Supyan Supyan; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.342

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang tumbuh pada habitat intertidal antara daratan dan laut di daerah tropis serta subtropis. Keberadaan mangrove sangat penting dalam mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim karena kemampuannya yang signifikan dalam menyimpan karbon pada biomassa dan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomassa ekosistem mangrove berdasarkan kategori NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di pesisir Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan dengan total luas area 12,12 hektar dan total biomasa mencapai 899,78 ton. Kategori NDVI dibagi menjadi empat kelas yaitu: Sangat Rendah, Rendah, Sedang, dan Tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kategori Tinggi berkontribusi terbesar terhadap total biomasa dengan 639,94 ton/ha, terdiri dari 499,97 ton/ha untuk biomassa di atas tanah (AGB) dan 139,98 ton/ha untuk biomassa di bawah tanah (BGB). Sebaliknya, kategori Sangat Rendah menunjukkan nilai biomasa yang sangat rendah, yaitu 0,32 ton/ha. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan karbon dan mendukung keberlanjutannya.
Identifikasi dan Implementasi Kearifan Lokal untuk Konservasi Perikanan di Kelurahan Tadenas, Kecamatan Moti, Kota Ternate Muajmin Hudin; Supyan Supyan; M. Said Alhaddad; Nurhalis Wahidin; Irham Irham; Muhammad Nur Findra
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.344

Abstract

Kelurahan Tadenas di Kecamatan Moti, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, adalah contoh wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan dan kelautan yang melimpah, menjadikannya fondasi utama perekonomian lokal. Meskipun masyarakat lokal memiliki kearifan tradisional yang berpotensi efektif dalam pelestarian sumber daya, pengetahuan mengenai jenis, bentuk penerapan, dan efektivitas kearifan lokal tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk pelestarian sumber daya perikanan dan kelautan berbasis kearifan lokal di Kelurahan Tadenas, Kecamatan Moti, Kota Ternate. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada Desember 2023 hingga Januari 2024. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi praktik-praktik lokal melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis kearifan lokal yang berkontribusi terhadap pelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan di lokasi peneltian antara lain oti masou/oti maruahang, cum ifa, boboso ikan, gura jaru, dan solo pece. Kearifan lokal yang ditemukan terbagi dalam dua bagian menurut wujudnya yakni kearifan lokal yang berwujud dan tidak berwujud. Kearifan lokal yang berkontribusi langsung terhadap pelestarian sumber daya perikanan dan kelautan di lokasi penelitian adalah solo pece, boboso ikan, dan gura jaru. Praktik-praktik ini tidak hanya mencerminkan relasi spiritual antara masyarakat dan lingkungan, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk konservasi berbasis budaya. Namun, keberlanjutan kearifan lokal tersebut menghadapi tantangan dari modernisasi dan perubahan pola hidup.