Kerapatan mangrove dapat mempengaruhi struktur komunitas biota yang hidup di dalamnya. Kepadatan gastropoda memiliki hubungan yang sangat erat dengan kerapatan mangrove. Semakin tinggi kerapatan mangrove, maka semakin tinggi pula kepadatan gastropoda yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis mangrove dan gastropoda, menentukan kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda hutan mangrove serta menentukan hubunga kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda di Pulau Donrotu Desa Sidangoli DeheĀ Kecamatan Jilolo Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember-Desember 2024 di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Pengamatan jenis mangrove dan gastrpoda dilakukan secara bersaman pada saat air surut menggunakan metode garis transek yang ditarik secara horizontal sebanyak 3 buah berdasarkan zonasi mangrove (depan, tengah, belakang) dengan panjang masing-masing lintasan 50 m dan setiap lintasan ditempatkan 10 buah plot berukuran 10 x 10 m. Hasil penelitian diperoleh Komposisi jenis mangrove yang diperoleh sebanyak 7 jenis (Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Scyphiphora hydrophylacea). Komposisi jenis gastropoda sebanyak 13 jenis (Terebralia palustris, Terebralia sulcata, Turbo intercostalis, Turbo breneus, Nerita squamulata, Nerita nigrita, Littoraria scabra, Littoraria glabrata, Monodonta, Mitra paupercula, Mitra coronata, Chicoreus capucinus). Kerapatan jenis mangrove tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa dan terendah pada jenis Scyphiphora hydrophyllacea. Kepadatan jenis gastropoda tertinggi terdapat pada jenis Littoraria scabra dan terendah pada jenis Nerita squamulata. Kerapatan mangrove memiliki hubungan positif yang sangat kuat dengan kepadatan gastropoda.