Raut Nugrahening Widhi
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran Raut Nugrahening Widhi; Raut Wahyuning Paluphi; Muh. Aksa Azis; Disnawati Disnawati; Salim Abubakar
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.343

Abstract

Terumbu karang tidak hanya menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, tetapi juga menjadi sumber utama mata pencaharian dan penghidupan bagi jutaan manusia yang tinggal di kawasan pesisir. Diantara berbagai kelompok organisme yang menghuni ekosistem ini, gastropoda memiliki peran ekologi yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan gastropoda di Pantai Bama Taman Nasional Baluran. Metode yang digunakan pada penalitian ini adalah LIT (Line Intercept Transect) atau sering di sebut transek garis sepanjang 50 m dan transek kuadrat 1×1 m transek diletakkan diatas garis LIT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis gastropoda yang terdiri dari enam famili, yaitu Strombus luhuanus (Strombidae), Conus literatus (Conidae), Trochus niloticus (Trochidae), Cypraea annulus (Cypraeidae), Turbo imperialis (Turbinidae), dan Coralliophila abbreviate (Muricidae). Kepadatan gastropoda tertinggi ditemukan pada stasiun 2 yaitu 42 ind/m2 daru jenis S. luhuanus. Kepadatan gastropoda terendah terdapat pada stasiun 2, yaitu jenis C. annulus dengan nilai 7 ind/m2.
Hubungan Kerapatan Mangrove dengan Kepadatan Gastropoda di Pulau Donrotu, Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan Salim Abubakar; Sunarti Sunarti; Riyadi Subur; Rugaya H. Serosero; Rina Rina; Endah Sri Widiyanti; Raut Nugrahening Widhi; Raut Wahyuning Paluphi; Rini Sri Yati Shani Basri
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.362

Abstract

Kerapatan mangrove dapat mempengaruhi struktur komunitas biota yang hidup di dalamnya. Kepadatan gastropoda memiliki hubungan yang sangat erat dengan kerapatan mangrove. Semakin tinggi kerapatan mangrove, maka semakin tinggi pula kepadatan gastropoda yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis mangrove dan gastropoda, menentukan kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda hutan mangrove serta menentukan hubunga kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe  Kecamatan Jilolo Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember-Desember 2024 di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Pengamatan jenis mangrove dan gastrpoda dilakukan secara bersaman pada saat air surut menggunakan metode garis transek yang ditarik secara horizontal sebanyak 3 buah berdasarkan zonasi mangrove (depan, tengah, belakang) dengan panjang masing-masing lintasan 50 m dan setiap lintasan ditempatkan 10 buah plot berukuran 10 x 10 m. Hasil penelitian diperoleh Komposisi jenis mangrove yang diperoleh sebanyak 7 jenis (Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Scyphiphora hydrophylacea). Komposisi jenis gastropoda sebanyak 13 jenis (Terebralia palustris, Terebralia sulcata, Turbo intercostalis, Turbo breneus, Nerita squamulata, Nerita nigrita, Littoraria scabra, Littoraria glabrata, Monodonta, Mitra paupercula, Mitra coronata, Chicoreus capucinus). Kerapatan jenis mangrove tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa dan terendah pada jenis Scyphiphora hydrophyllacea. Kepadatan jenis gastropoda tertinggi terdapat pada jenis Littoraria scabra dan terendah pada jenis Nerita squamulata. Kerapatan mangrove memiliki hubungan positif yang sangat kuat dengan kepadatan gastropoda.
Analisis Nitrat dan Fosfat Terhadap Struktur Komunitas Zooplankton pada Kolam Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Balai Budidaya Ikan Air Tawar Kutasari Fauzan Rizki Ramadhan; Hery Irawan; Mahardhika Nur Permatasari; Raut Nugrahening Widhi
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.501

Abstract

Zooplankton merupakan organisme heterotrof penting dalam ekosistem perairan, berfungsi sebagai pakan alami larva ikan dan indikator kualitas air. Kualitas air, khususnya kandungan nitrat dan fosfat, dapat memengaruhi struktur komunitas zooplankton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas zooplankton dan kualitas air (suhu, pH, DO, nitrat, fosfat) pada kolam pembenihan ikan nila. Metode penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel zooplankton dan pengukuran parameter kualitas air secara berkala selama tiga minggu. Analisis data struktur komunitas menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks dominansi Simpson, dan indeks kelimpahan. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman zooplankton tergolong rendah (H’ = 0,562) dengan kelimpahan yang juga rendah (total 0,007 ind/L), didominasi oleh spesies Cyclops sp. Pengukuran kualitas air menunjukkan suhu berkisar 27,0-30,7 °C, pH berkisar 7,35-7,81, dan DO berkisar 5,45-20,3 mg/L, yang secara umum berada dalam kisaran optimal. Kandungan nitrat berkisar 0,2-0,25 mg/L dan fosfat berkisar 0,03-0,1 mg/L. Fosfat ditemukan memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap kelimpahan zooplankton, sedangkan nitrat memiliki pengaruh yang lebih kecil.