Hastangka Hastangka
Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meninjau (Politik) Pendidikan pada paska Reformasi di Indonesia Hastangka Hastangka; Yudha Kristiawan
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v5i2.535

Abstract

Persoalan pendidikan selalu berkaitan dengan politik. Pendidikan menjadi agenda politik lokal, nasional, dan global. arah kebijakan dan politik pendidikan selalu mengikuti dinamika politik nasional serta komitmen pemerintah. Untuk Itu, dalam penelitian Ini akan memfokuskan pada persoalan arah politik pendidikan nasional secara khusus pada era paska reformasi. Seperti apa dinamika yang muncul dan berkembang dan bagaimana regulasi dibuat. Tujuan dari penelitian Ini untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dan negara terhadap dampak dari politik dan kebijakan pendidikan yang kurang memperhatikan keberlanjutan akan berpengaruh pada cara perlakuan pendidikan ke depan. Metode dalam penelitian Ini menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh dari studi Ini diarahkan melalui studi pustaka. Analisis data menggunakan Interpretasi dan deduktif-Induktif. Hasil dari penelitian Ini menunjukkan bahwa muncul ketidakpastian terhadap arah politik kebijakan pendidikan nasional sejak paska reformasi untuk mewujudkan kualitas pendidikan.
The Meaning of the Javanese Proverb "Alon-Alon Waton Kelakon" Toward Mindfulness Practices in Daily Life Ani Supriyani; Hastangka Hastangka
Journal of Social Research Vol. 4 No. 8 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i7.2660

Abstract

This study aims to explore the meaning of the Javanese proverb Alon-Alon Waton Kelakon through the lens of indigenous psychology, and how this pitutur luhur (cultural wisdom) is internalized and practiced as a form of eling lan waspada (mindfulness) in the daily lives of the Javanese people. The proverb reflects time-tested local wisdom, emphasizing sabar (patience), tata titi (perseverance), and full presence in life’s processes. Using a qualitative phenomenological approach, this research investigates the lived experiences of individuals who consciously embody this principle. The findings reveal that Alon-Alon Waton Kelakon is not merely about moving slowly but represents a culturally embedded laku urip (life strategy) that aligns with the spiritual (spiritualitas), ecological (lingkungan), and communal (guyub rukun) dimensions of Javanese society. It reflects a contextual form of mindfulness—spiritually rooted and harmoniously integrated with nilai budaya (cultural values) and keseimbangan batin (inner balance). Thus, this study affirms that mindfulness, when grounded in local traditions, can serve as a genuine form of indigenous psychology rooted in collective identity and cultural wisdom.