Sutono Sutono
Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sharia Economics Students' Understanding Of The Prohibition Of Riba In Conventional Bank Institutions Sutono Sutono
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 02 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i02.638

Abstract

The aim of this research is to determine the understanding of sharia economics students regarding the prohibition of usury in conventional banking institutions. Where in Islamic teachings, usury is strictly prohibited according to the guidelines of the Al-Qurana and Al-Hadith. This research uses qualitative research with in-depth interview methods. Data taken from respondents from sharia economics students in the first semester of STAI Kuningan. The results of the research show that sharia economics students really understand about usury because they have often heard what usury is before. Students also understand the practice of usury which is the same as the interest system used by conventional banking institutions. Usury is very detrimental to one of the parties to the transaction. It is not mutually beneficial for the parties carrying out the transaction.
Sharia Economics Students' Understanding Of The Prohibition Of Riba In Conventional Bank Institutions Sutono Sutono
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 2 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i02.638

Abstract

The aim of this research is to determine the understanding of sharia economics students regarding the prohibition of usury in conventional banking institutions. Where in Islamic teachings, usury is strictly prohibited according to the guidelines of the Al-Qurana and Al-Hadith. This research uses qualitative research with in-depth interview methods. Data taken from respondents from sharia economics students in the first semester of STAI Kuningan. The results of the research show that sharia economics students really understand about usury because they have often heard what usury is before. Students also understand the practice of usury which is the same as the interest system used by conventional banking institutions. Usury is very detrimental to one of the parties to the transaction. It is not mutually beneficial for the parties carrying out the transaction.
Implementasi Prinsip Murabahah dan Musawamah dalam Layanan Pembiayaan BMT El Arbah: Sebuah Studi Kualitatif Rika Awaliyah; Nur Rohmah; Ayu Lestari; Hanum Agnia; Sutono Sutono
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v6i1.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi prinsip Murabahah dan Musawamah dalam layanan pembiayaan pada Koperasi Syariah BMT El Arbah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad Murabahah diterapkan secara transparan dengan penyebutan harga pokok dan margin keuntungan yang disepakati bersama, sedangkan akad Musawamah digunakan dalam situasi khusus ketika harga pokok sulit dibuktikan secara formal. Kedua akad tersebut dijalankan sesuai prinsip fiqh muamalah, namun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan anggota, keterbatasan SDM, serta belum optimalnya sistem digitalisasi. BMT El Arbah merespons kendala tersebut melalui pengembangan aplikasi “El Arbah Mobile”, layanan hybrid, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Temuan ini memperlihatkan bahwa implementasi prinsip syariah dalam layanan pembiayaan tidak hanya membutuhkan kepatuhan terhadap aturan normatif, tetapi juga inovasi dan adaptasi terhadap kebutuhan zaman. Upaya berkelanjutan ini menjadi kunci dalam menjaga integritas lembaga serta menciptakan layanan keuangan syariah yang berkeadilan dan inklusif.
Transformasi Layanan Filantropi Islam melalui Sistem Pembayaran Digital di Perguruan Tinggi Sutono Sutono
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v6i2.623

Abstract

Latar Belakang: Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia masih belum optimal meskipun memiliki potensi yang besar. Perkembangan teknologi digital membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan jangkauan penghimpunan ZIS melalui sistem pembayaran non-tunai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital dalam pengumpulan ZIS di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan melalui pemanfaatan QR Code, dompet digital, dan transfer bank. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan pengelola UPZ dan para donatur. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menggambarkan proses, manfaat, dan tantangan digitalisasi ZIS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi sistem pembayaran ZIS meningkatkan kemudahan akses bagi muzakki, memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan dana, serta memperluas jangkauan donatur. Namun, tantangan utama meliputi keterbatasan literasi digital dan kendala integrasi antar sistem pembayaran. Kesimpulan: Transformasi digital berkontribusi positif terhadap efektivitas pengumpulan ZIS. Diperlukan penguatan infrastruktur digital, edukasi publik, dan transparansi pengelolaan untuk memaksimalkan manfaat teknologi dalam pengelolaan ZIS.