Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Seaweed for Healthy People: Seaweed-Based Health Products Erna Susilawati; Heriani; Herwandi Sape; Niken Ayu Andira; Ripki Adiaksa
Jurnal PKM: Karya dan Inovasi untuk Negeri Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : ITEKES Permata Ilmu Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service Program (PKM) was carried out in Binaga Sangkara Village, Maros Regency, with the aim of increasing community knowledge about the health benefits of seaweed and encouraging its local utilization. The background of this activity is based on the global rise of non-communicable diseases (NCDs) due to poor dietary habits, as well as the underutilization of seaweed among coastal communities as a functional food source. The program included nutrition education, socialization of seaweed benefits, and training in seaweed-based food processing. Evaluation results showed a significant improvement in participants' knowledge, with those in the high-knowledge category increasing from 20% to 60% after the program. Additionally, there was a growing interest among residents in developing seaweed products independently. This activity demonstrates that an educative-participative approach can effectively raise nutritional awareness and empower coastal communities through the sustainable use of local resources.
Counseling and Education on the Prevention of Drug Abuse for Students of SMA Negeri 2 Sidrap Eva Nirwana; Heriani; Erna Susilawati; Herwandi Sape; Muh. Ilham; Nudia Tuljannah
Jurnal PKM: Karya dan Inovasi untuk Negeri Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : ITEKES Permata Ilmu Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Socialization and education about the dangers of drug abuse among adolescents are essential to building a drug-free generation, considering that high school students play a critical role in shaping the nation’s future. Drug abuse not only causes health problems but also has long-term social, economic, and legal impacts. This community service activity was conducted at SMA N 2 Sidrap, involving 30 students aged 16–17 years. The purpose was to increase awareness and knowledge about the definition, classification, risks, and prevention of drug abuse. The program began with a pre-test, followed by an interactive lecture using PowerPoint slides and animated videos to make the material more engaging. Students were actively involved through discussions, case analysis, and a Q&A session. A post-test was administered to assess knowledge improvement. Results indicated a significant increase in understanding: definition (86.7% to 93.3%), classification (83.3% to 93.3%), impact (80% to 96.7%), and prevention (90% to 100%). The use of multimedia and interactive delivery proved effective in maintaining attention and promoting active learning. Beyond immediate knowledge gains, the activity fostered critical thinking and empowered students to act as peer educators, spreading anti-drug messages in their communities. This approach can serve as a sustainable model for other schools, contributing to broader efforts in reducing drug abuse prevalence among youth and supporting the creation of a healthy, resilient, and informed generation.
Evaluasi Implementasi Digitalisasi Administrasi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Pangkajene Menggunakan Model Edwards III Heriani Heriani; Made Amin; Sakka Sakka; Andi Rahmatia; Risqah Amaliah Kasman
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.602

Abstract

Digitalisasi administrasi pelayanan kesehatan merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mendukung transformasi sistem kesehatan melalui peningkatan efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan di Puskesmas. Namun, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi, jaringan internet, serta kesiapan organisasi dalam mengadopsi sistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan digitalisasi administrasi pelayanan kesehatan di Puskesmas Pangkajene menggunakan Model Implementasi Kebijakan George C. Edwards III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab sistem informasi, tenaga administrasi, dan petugas kesehatan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan digitalisasi administrasi pelayanan kesehatan telah berjalan cukup baik ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana teknologi informasi, kualitas jaringan internet yang belum stabil, serta variasi kompetensi digital di kalangan petugas. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen pimpinan, koordinasi yang baik, serta adanya standar operasional prosedur yang jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, dan evaluasi kebijakan secara berkelanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi digitalisasi administrasi pelayanan kesehatan di Puskesmas.
Evaluasi Implementasi Digitalisasi Administrasi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Pangkajene Menggunakan Model Edwards III Heriani Heriani; Made Amin; Sakka Sakka; Andi Rahmatia; Risqah Amaliah Kasman
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.602

Abstract

Digitalisasi administrasi pelayanan kesehatan merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mendukung transformasi sistem kesehatan melalui peningkatan efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan di Puskesmas. Namun, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi, jaringan internet, serta kesiapan organisasi dalam mengadopsi sistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan digitalisasi administrasi pelayanan kesehatan di Puskesmas Pangkajene menggunakan Model Implementasi Kebijakan George C. Edwards III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab sistem informasi, tenaga administrasi, dan petugas kesehatan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan digitalisasi administrasi pelayanan kesehatan telah berjalan cukup baik ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana teknologi informasi, kualitas jaringan internet yang belum stabil, serta variasi kompetensi digital di kalangan petugas. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen pimpinan, koordinasi yang baik, serta adanya standar operasional prosedur yang jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, dan evaluasi kebijakan secara berkelanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi digitalisasi administrasi pelayanan kesehatan di Puskesmas.