Sarwo Edhi Wibowo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH IMPLEMENTASI PENERAPAN KRITERIA FISIOLOGIS MASUK RAWAT INTENSIVE SECARA TERPISAH TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH PASIEN DAN PENURUNAN ANGKA KEJADIAN CODE BLUE DI RSI YOGYAKARTA PDHI Sarwo Edhi Wibowo
JKKI Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v1i2.17

Abstract

Latar Belakang : Intensive Care Unit merupakan tempat perawatan pasien kritis,gawat, mempunyai risiko tinggi kejadian kegawatan dengan sifat yang reversible.Penerapan kriteria fisiologis membantu tim medis dalam menilai kategori pasienyang seharusnya masuk ICU atau rawat inap biasa. Sehingga pasien dengan kriteriatersebut benar-benar bisa di rawat khusus di ICU dan angka kejadian code blue dirawat inap bisa berkurang.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh implementasi penerapan kriteria fisiologismasuk rawat intensive secara terpisah terhadap peningkatan jumlah pasien danpenurunan angka kejadian code blue di RSI Yogyakarta PDHI.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik denganmenggunakan metode retrospektif, penelitian ini mengumpulkan jumlah pasienmasuk tiga bulan sebelum penerapan kriteria fisiologis masuk rawat intensive secaraterpisah yaitu pada bulan Januari-Maret 2022 dan tiga bulan sesudah penerapankriteria fisiologis masuk rawat intensive secara terpisah pada bulan April-Juni 2022serta mengumpulkan data pasien code blue pada bulan tersebut.Hasil : Hasil uji analisis menggunakan paired t-test didapatkan data bahwa nilaisignifikasi (p) untuk jumlah kenaikan Pasien masuk rawat Intensive sebelum dansesudah penerapan kriteria fisiologis sebesar 0,001 dan untuk Code blue sebelum dansetelah penerapan kriteria fisiologis masuk rawat intensive sebesar 0,004 dengan α =0,05. Dimana nilai tersebut (p < 0,05) maka Ho ditolak, artinya ada pengaruhpenerapan kriteria fisiologis masuk rawat intensive secara terpisah terhadap kenaikanjumlah pasien intensive care dan penurunan angka kejadian code blue di RS IslamYogyakarta PDHI.Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi penerapan kriteriafisiologis masuk rawat intensive secara terpisah dapat mempengaruhi peningkatanjumlah pasien dan penurunan angka kejadian code blue di RSI Yogyakarta PDHI
PENERAPAN INTENSIVE SAFETY CHECKLIST (ISC) DALAM MENINGKATKAN ANGKA KESELAMATAN PASIEN DAN PELAYANAN UNGGULAN DI ICU RSIY PDHI: Implementation Of Intensive Safety Checklist (ISC) to Improve Patient Safety Rates And Excellent Services in The ICU Of RSYI PDHI Sarwo Edhi Wibowo; Sulastri Sulastri; Ikka Putri
JKKI Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v3i1.44

Abstract

Intensive Safety Ceklist (ISC) adalah suatu alat atau dokumentasi yang digunakan untuk meningkatkan keselamatan pasien selama pasien mendapatkan perawatan di ICU dengan mengurangi resiko kesalahan yang terjadi dengan melakukan pemeriksaan oleh Tim ICU sebelum, selama dan setalah pasien di rawat di ICU sebagai upaya untuk memasikan semua list yang diperlukan telah dilakukan dengan baik sehingga resiko kesealahan tidak terjadi. ISC adalah salah satu program unggulan yang menjadi dasar RSIY PDHI dalam membuat ISC di ICU. Tujuan ISC adalah untuk memudahkan dokter, perawat dalam pencatatan dan dokumentasi pasien selama mendapatkan perawatan di ICU. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pemantauan pasien sebelum, selama dan setelah pasien di rawat di ICU. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analitik dengan crosectional, analisis menggunakan Uji chi square, jumlah sampel yang diambil sebanyak 200 pasien sebelum penerapan ISC dan setelah penerapan ISC, Penelitian ini dilakukan pada 1 Desember 2024 - 1 Februari 2025. Dari hasil analisis diperoleh nilai p-value = 0,000 (α<0,05), sehingga ada pengaruh peningkatan angka keselamatan pasien sebelum penerapan ISC dan setelah penerapan ISC dengan nilai p < 0.05.