Anggraini, Nadila Tasya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Plasticizer Gliserin dan Tepung Tapioka dalam Pembuatan Bahan Baku Edible Film dari Pektin Pisang (Musa Paradisiaca) Nurlaila, Rizka; Anggraini, Nadila Tasya; Sulhatun, Sulhatun; Hakim, Lukman; Fibarzi, Wiza Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.16681

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia hingga saat ini belum terselesaikan, sedangkan pada sampah non-organik, komponen sampah terbesar kedua yaitu 14% adalah sampah plastik yang mayoritas adalah pembungkus plastik. Dalam era kontemporer, telah dikembangkan kemasan yang dapat dimakan bersamaan dengan makanan yang dibungkus yang dikenal sebagai Edible Film. Bahan tipis yang disebut film yang dapat dimakan dilapisi pada makanan dan obat-obatan untuk membuatnya lebih tahan lama disimpan. Untuk pembuatan film dengan bahan baku pektin pisang, penelitian ini menguji pengaruh penambahan tepung tapioka dan gliserin dengan konsentrasi berbeda (1%, 2%, 3%, dan 4%). Edible film dibuat sesuai dengan Japanese Industrial Standart. Kajian pada Penelitian ini diprkatikkan di Teknik Kimia, Universitas Malikussaleh, dengan metode ekperimental laboratorium. Pada penelitian sebelumnya melakukan variasi pektin dari beberapa buah dan konsestrasi gliserol, dipenelitian ini dilakukan dengan menggunakan pektin pisang kepok dan perbedaan konsentrasi pada gliserol serta penambahan tepung tapioka. Kandungan metoksil pektin pisang harus ditentukan terlebih dahulu. Setelah itu, pembuatan Edible film dievaluasi dan variabel terikatnya dipelajari: laju transmisi uap air, modulus Young, ketebalan, kuat tarik, dan perpanjangan. Berdasarkan temuan penelitian, Edible Film dengan konsentrasi gliserin 1% dan tepung tapioka 3% sudah cukup mendekati standar JIS. Hasil pengujian menunjukkan laju transmisi uap air 4,041 g.m2.hari1, modulus Young sebesar 0,32 ketebalan 0,15 mm, nilai perpanjangan sebesar 113,1, dan kuat tarik sebesar 3,344. Penambahan konsentrasi gliserin dan tepung tapioka sangat berpengaruh terhadap edible film.