Lukisan dinding Gua Liang Kabori di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, merupakan tinggalan seni cadas yang memuat jejak visual kehidupan masyarakat masa lalu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelestarian dan pemaknaan kembali lukisan gua sebagai sumber pengetahuan lokal, pendidikan seni, dan penguatan literasi warisan budaya. Penelitian bertujuan mendeskripsikan motif lukisan, menafsirkan makna simboliknya, serta mengidentifikasi nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce melalui relasi representamen, objek, dan interpretant. Data diperoleh melalui observasi langsung pada situs, dokumentasi foto, wawancara dengan juru pelihara, tokoh masyarakat, dan praktisi budaya, serta studi pustaka terhadap kajian seni cadas Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lukisan di Gua Liang Kabori dapat dikelompokkan ke dalam motif manusia, hewan, benda budaya, geometris, dan abstrak. Makna yang muncul meliputi pertahanan diri, penaklukan dan pemanfaatan hewan, kepercayaan terhadap kekuatan leluhur, pencatatan pengetahuan tentang hewan, fungsi transportasi dan migrasi, serta petunjuk simbolik terhadap lingkungan sosial-budaya. Nilai pendidikan yang teridentifikasi meliputi nilai religius, komunikasi, sosial, budaya, dan pariwisata. Kesimpulannya, lukisan dinding Gua Liang Kabori tidak hanya menjadi bukti visual prasejarah, tetapi juga sumber pendidikan kontekstual yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran seni, sejarah, budaya lokal, dan pelestarian cagar budaya. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan pembacaan semiotik dan pedagogis terhadap seni cadas Muna sebagai dasar pengembangan bahan ajar berbasis warisan budaya lokal.