Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara potensi siswa dalam kegiatan seni tari dan praktik pembelajaran di kelas yang masih banyak bertumpu pada penjelasan verbal, sehingga penguasaan ketepatan gerak, irama, dan ekspresi belum merata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media audiovisual serta menentukan kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan seni tari siswa kelas VIIIA SMP Negeri 6 Kendari. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa, terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara guru dan siswa, tes praktik, dokumentasi lapangan, serta telaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, rubrik penilaian kemampuan menari berdasarkan aspek wiraga, wirama, dan wirasa, pedoman wawancara, serta catatan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui nilai rata-rata, ketuntasan individu, dan ketuntasan klasikal dengan KKM 75 serta indikator keberhasilan klasikal 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata awal siswa sebesar 63,04 dengan ketuntasan 30%. Pada Siklus I, rata-rata meningkat menjadi 70,00, tetapi tindakan belum memenuhi indikator keberhasilan. Pada Siklus II, rata-rata meningkat menjadi 83,11 dengan ketuntasan klasikal 90%. Peningkatan paling tampak pada ketepatan gerak, keselarasan irama, dan keberanian berekspresi. Penelitian menyimpulkan bahwa media audiovisual efektif apabila digunakan sebagai siklus pemodelan gerak, latihan berulang, umpan balik, dan refleksi dalam pembelajaran seni tari. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah perumusan siklus pembelajaran berbantuan audiovisual yang replikatif dan berorientasi pada wiraga, wirama, dan wirasa untuk pembelajaran seni tari di SMP.