Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI EKSPLORASI SUMBER DAYA BUMI DAN K3 UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA SISWA VOKASIONAL SMK BATANGHARI Chindy Mauliza Duana; Rizka Shafira; Harish Hartsa Naufal; Lydia Kartika Basaria Sitompul; Made Jnanaparama Aparajita; M. Rafif Pascaloa; Ahmad Dedi Putra; Maulina Tanjung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2375-2382

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi vokasional siswa SMK Batanghari Kota Jambi melalui edukasi eksplorasi sumber daya bumi dan penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). SMK Batanghari memiliki beberapa program keahlian, seperti Teknik Kendaraan Ringan (Otomatif), Teknik Sepeda Motor, dan Teknik Instalasi tenaga Listrik (TITL) yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia industri. Namun, meskipun berada di wilayah yang kaya akan potensi geologi dan sumber daya alam, pemahaman siswa mengenai eksplorasi sumber daya bumi dan budaya K3 masih tergolong rendah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei dan identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan sosialisasi dan pembelajaran interaktif di sekolah, serta evaluasi melalui observasi dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup pengenalan metode geolistrik, metode seismik, instrumen geofisika, potensi sumber daya bumi di Provinsi Jambi, serta penerapan dasar-dasar K3 dalam aktivitas lapangan dan dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar geofisika, potensi sumber daya bumi lokal, serta pentingnya penggunaan alat pelindung diri dan prosedur keselamatan kerja. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan aktifnya diskusi dan munculnya minat beberapa siswa untuk melanjutkan studi di bidang teknik geofisika, pertambangan, teknik lingkungan, dan bidang teknik lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam
MODEL MITIGASI TANGGUH BENCANA PADA KAWASAN RAWAN BANJIR: DESAIN TEKNOLOGI PENJERNIHAN AIR SEDERHANA MELALUI KEMITRAAN DENGAN DINAS PERKIM MUARO JAMBI DI DESA PEMATANG JERING, KABUPATEN, MUARO JAMBI Chindy Mauliza Duana; Hadistya Suryadi; Oki Alfernando; Rara Ayu Lestari; Rosmayati Sipayung; Ra’ida Raudhatussya’rifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Provinsi Jambi memiliki karakteristik geografis dataran rendah yang sangat rentan terhadap bencana banjir, khususnya di wilayah seperti Desa Pematang Jering, Kabupaten Muaro Jambi, yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Banjir yang melanda daerah tersebut menyebabkan kontaminasi pada sumber air warga (sumur dan kolam) oleh lumpur dan limbah, sehingga berdampak terhadap akses air bersih dan sanitasi yang layak. Situasi kritis ini mendorong tim dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Jambi untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat terhadap mitigasi bencana banjir, dengan fokus spesifik pada penyediaan air bersih pasca bencana. Metode yang digunakan adalah penyuluhan desain teknologi penjernih air sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh warga. Sosialisasi mencakup dua jenis design filtrasi air: (1) filtrasi sederhana menggunakan material seperti pasir, kerikil, dan ijuk; dan (2) filtrasi menggunakan teknologi moderen dengan karbon aktif dan pasir silika. Program ini, yang merupakan bentuk sinergi akademisi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Kabupaten Muaro Jambi, berfokus pada pelatihan praktis untuk menjamin ketersediaan air minum dan sanitasi darurat. Diharapkan model mitigasi tangguh bencana ini dapat mengatasi masalah air bersih dan menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam menjaga kualitas air yang digunakan sehari-hari serta meminimalisir dampak kesehatan dan kerugian sosial yang timbul akibat bencana banjir.