Sutiyo
Universitas Telkom

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Pemberdayaan Petani di Desa Wareng Sutiyo; Kusuma Adi Achmad; Satria Mandala
JAPATUM: Jurnal Pemanfaatan Teknologi untuk Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : MATRADIPTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59328/JAPATUM.2026.5.1.113

Abstract

Desa Wareng di Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi pertanian yang besar, namun masih menghadapi kendala dalam pemantauan kondisi lahan dan efisiensi penggunaan air irigasi. Praktik pemantauan kelembapan tanah yang selama ini dilakukan secara manual cenderung tidak akurat dan sulit dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan sistem monitoring kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan dashboard berbasis web, serta meningkatkan literasi teknologi petani melalui pelatihan dan pendampingan. Metode pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan mitra, melalui tahapan perencanaan dan analisis kebutuhan, pengadaan dan instalasi perangkat IoT, konfigurasi sistem dan integrasi dashboard, pelatihan serta pendampingan masyarakat, hingga implementasi, monitoring, dan evaluasi. Sistem yang dikembangkan memanfaatkan sensor kelembapan tanah dan mikrokontroler untuk mengirimkan data secara real‑time ke server dan divisualisasikan dalam bentuk grafik time‑series serta indikator nilai rata‑rata pada dashboard. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu merekam data secara kontinu dengan jumlah lebih dari 1.000 sampel, dengan nilai rata‑rata kelembapan tanah sebesar 91,29%, suhu tanah 27,38 °C, dan kelembapan udara 80,74%. Pemanfaatan data sensor membantu petani dalam menentukan waktu penyiraman yang lebih tepat dan mendorong efisiensi penggunaan air. Selain itu, kegiatan pelatihan dan pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemandirian petani dalam memanfaatkan teknologi monitoring berbasis IoT. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teknologi IoT yang disertai pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi teknologi tepat guna yang aplikatif, berkelanjutan, dan berpotensi untuk direplikasi pada wilayah pedesaan lainnya.