This Author published in this journals
All Journal EDULEC
Rosmawati Taherong
Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Jejaring Dari Pesisir : Modal Sosial Perempuan Baubau Dalam Ekosistem Kewirausahaan Moderen Rosmawati Taherong; Muhammad Syukur
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 3 (2025): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i3.412

Abstract

Prempuan pesisir di Kota Baubau memegang peran sentral dalam menopang perekonomian keluarga dan menjaga stabilitas sosial komunitas. Namun, transformasi menuju ekonomi modern menghadirkan tantangan baru keterbatasan akses modal, literasi digital rendah, lemahnya jejaring eksternal, serta dominasi sistem patriarki dalam pengambilan keputusan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perempuan pesisir membangun dan memanfaatkan modal sosial dalam aktivitas kewirausahaan serta bagaimana teori modal sosial James Coleman dapat menjelaskan dan memperluas pemahaman tentang dinamika sosial ekonomi di wilayah pesisir. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di tiga kelurahan pesisir di Kota Baubau: Sulaa, Bataraguru, dan Wameo. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan (trust), norma sosial, dan jejaring komunitas menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan usaha perempuan pesisir. Namun, keterbatasan akses terhadap informasi dan jejaring digital membuat modal sosial tersebut bersifat lokal dan belum bertransformasi menjadi bridging atau linking capital. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara konsep modal sosial Coleman yang menekankan rasionalitas aktor dan kenyataan empiris perempuan pesisir yang hidup dalam struktur sosial terbatas. Penelitian ini memperluas gagasan Coleman dengan menunjukkan bahwa modal sosial dalam konteks perempuan pesisir bukan sekadar sumber daya, melainkan arena transformasi sosial menuju kewirausahaan inklusif.