Latar belakang penelitian ini muncul dari keinginan untuk menggali lebih dalam aspek linguistik dan stilistika yang digunakan dalam warisan sastra lisan ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap gaya bahasa dalam cerita rakyat “putri hijau”. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode kajian pustaka, dengan fokus pada analisis penggunaan majas dan gaya bahasa yang membentuk kekhasan cerita rakyat tersebut. Sumber data yang dipakai adalah buku cerita rakyat yang berjudul putri hijau putri hijau merupakan sebuah legenda yang populer di sumatera utara dan aceh cerita ini berasal dari kerajaan tanah deli. Serta jurnal dan buku-buku penunjang data lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kajian pustaka hasil penelitian dalam cerita rakyat pada buku yang berjudul putri hijau terdapat gaya bahasa perbandingan diperoleh lima jenis gaya bahasa, tiga belas gaya bahasa personifikasi, sembilan gaya bahasa metafora, satu gaya bahasa alegori, lima gaya bahasa simile, dan dua gaya bahasa antitesis. Pada gaya bahasa pertentangan diperoleh lima jenis gaya bahasa, lima gaya bahasa hiperbola, dua gaya bahasa litotes, tiga gaya bahasa ironi, satu gaya bahasa oksimoron, dan satu gaya bahasa sinisme. Pada gaya bahasa pertautan diperoleh empat jenis gaya bahasa, satu gaya bahasa elipsis, dua gaya bahasa eufemisme, dua gaya bahasa paralelisme, dan satu gaya bahasa metonimia. Pada gaya bahasa perulangan diperoleh satu jenis gaya bahasa yaitu, satu gaya bahasa anafora. Hasil penelitian ini dapat memberikan pengembangan wawasan dan kajian-kajian yang berhubungan dengan gaya bahasa yang belum banyak orang ketahui dapat memberikan sebuah referensi untuk dijadikan bahan referensi dalam penelitian selanjutnya dan wawasan tentang nilai sosial.