Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESALAHAN PENULISAN KATA PADA SPANDUK DI WILAYAH KOTA MEDAN Mutiara Cahriza Nst; Saymay Br Tambunan; Afif Hafizha; Bagas Abdulla Hasymi; Afriza Ruby Yusuf; Suhariyanti Suhariyanti
Jurnal Dialect Volume 2 No. 1 Januari-Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/dl.v2i1.6044

Abstract

A banner is one example of a form of communication delivered in written form. However, it is possible that banner makers ignore the writing rules so that some writings on banners are found to be incorrect. This study aims to analyze spelling errors on banners in the Medan City area. The research method uses a qualitative approach. The results of the study showed that the most common spelling errors were spelling errors, use of foreign languages, and inappropriate word choices. The results of this study are expected to contribute to increasing awareness of the importance of using good and correct Indonesian.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT PUTRI HIJAU Fatwa Anisa; Rizka Raniah Pohan; Florida Tenung; Rabiatul Adhawiah; Suhariyanti Suhariyanti
Jurnal Dialect Volume 2 No. 1 Januari-Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/dl.v2i1.6024

Abstract

Latar belakang penelitian ini muncul dari keinginan untuk menggali lebih dalam aspek linguistik dan stilistika yang digunakan dalam warisan sastra lisan ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap gaya bahasa dalam cerita rakyat “putri hijau”. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode kajian pustaka, dengan fokus pada analisis penggunaan majas dan gaya bahasa yang membentuk kekhasan cerita rakyat tersebut. Sumber data yang dipakai adalah buku cerita rakyat yang berjudul putri hijau putri hijau merupakan sebuah legenda yang populer di sumatera utara dan aceh cerita ini berasal dari kerajaan tanah deli. Serta jurnal dan buku-buku penunjang data lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kajian pustaka hasil penelitian dalam cerita rakyat pada buku yang berjudul putri hijau terdapat gaya bahasa perbandingan diperoleh lima jenis gaya bahasa, tiga belas gaya bahasa personifikasi, sembilan gaya bahasa metafora, satu gaya bahasa alegori, lima gaya bahasa simile, dan dua gaya bahasa antitesis. Pada gaya bahasa pertentangan diperoleh lima jenis gaya bahasa, lima gaya bahasa hiperbola, dua gaya bahasa litotes, tiga gaya bahasa ironi, satu gaya bahasa oksimoron, dan satu gaya bahasa sinisme. Pada gaya bahasa pertautan diperoleh empat jenis gaya bahasa, satu gaya bahasa elipsis, dua gaya bahasa eufemisme, dua gaya bahasa paralelisme, dan satu gaya bahasa metonimia. Pada gaya bahasa perulangan diperoleh satu jenis gaya bahasa yaitu, satu gaya bahasa anafora. Hasil penelitian ini dapat memberikan pengembangan wawasan dan kajian-kajian yang berhubungan dengan gaya bahasa yang belum banyak orang ketahui dapat memberikan sebuah referensi untuk dijadikan bahan referensi dalam penelitian selanjutnya dan wawasan tentang nilai sosial.
SOSIALISASI PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELEGENCE SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN TERPERSONALISASI DI SMP NEGERI 1 BANDAR MASILAM Budi Antoro; Suhariyanti Suhariyanti; Dewi Wahyuni; Andi Maysarah; Fandi Iskandar Sopang; Sahnan Rangkuti
ABDI DALEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. ANAN PUBLISHER CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70585/abdidalem.v3i1.124

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar untuk transformasi metode pembelajaran menjadi lebih personalisasi, namun adopsinya di daerah rural Indonesia masih rendah. Artikel ini memaparkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa sosialisasi pemanfaatan AI sebagai sarana pembelajaran terpersonalisasi di SMP Negeri 1 Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berupa penyuluhan dengan pendekatan partisipatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang AI dan pemanfaatannya dalam pembelajaran dari 15,83% menjadi 80,83% setelah sosialisasi. Peserta memberikan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan, dengan mayoritas menyatakan bahwa sosialisasi menambah wawasan baru dan bermanfaat bagi profesi mereka sebagai pendidik. Temuan pasca kegiatan mengungkapkan bahwa guru-guru merasa terkesan dan terbantu dengan adanya teknologi AI untuk mendukung profesi mereka. Kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan pengetahuan tentang teknologi AI di kalangan pendidik di daerah rural.