Agus Rifki Ridwan
Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Itifaqiah Indralaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Metode Tahlili Agus Rifki Ridwan; Jery Pratama; Riska Anggraini; Sri Rahayu
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.153

Abstract

Metode tafsir tahlili merupakan salah satu metode dalam penelitian tafsir. Metode tahlili berusaha menganalisis dan menjelaskkan ayat-ayat al-Qur’an secara keseluruhan dan komprehensif. Penjelasannya meliputi bacaan ayat, bangunan nahwu dan sharaf,oleh karena itu nuzul ayat, makna global dari ayat, hikmat pensyariatan dan lainnya. Tafsir al-quran yang menggunakan metode ini sangat bermanfaat bagi para penuntut ilmu khususnya bidang illmu al-Qur’an untuk memperdalam pemahamannya tentang al-Qur’an dan Tafsir . hasilnya tidak tepat bagi para pemula..
Komparasi Penafsiran Ayat/Maqra’ Agus Rifki Ridwan; Annisa Seftiyani; Mery Fadilah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan interpretasi terhadap ayat/maqra’ tertentu dari Al-Qur'an yang dilakukan oleh beberapa mufasir (penafsir) terkemuka. Fokus kajian ini mencakup perbedaan metodologi, pendekatan hermeneutika, serta konteks historis dan sosial yang memengaruhi tafsir. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis teks, penelitian ini mengeksplorasi berbagai cara penafsiran, baik secara tekstual, kontekstual, maupun sufistik, serta dampak dari perbedaan tafsir tersebut terhadap pemahaman umat Muslim terhadap ayat yang dibahas. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penekanan makna di antara mufasir, yang seringkali dipengaruhi oleh latar belakang budaya, mazhab, dan tujuan penafsiran mereka. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai pluralitas dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam kontemporer
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Sumber (2) Tafsir Bir Ra’yi Definisi, Contoh Kitab Dan Contoh Penafsiran Agus Rifki Ridwan; Azzah Ulia Rona; Indri Julianti
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.161

Abstract

Untuk memahami makna dan pesan kandungan al-Quran dibutuhkan Menafsirkan ayat-ayat Alquran tidak bisa dilakukan secara bebas karena akan membawa pemahaman Al-Qur'an menjadi bias dimana-mana sehingga tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh pembuat hukum (maqasid al-syari'). Salah satu metode yang menjadi landasan menafsirkan Al-Qur’an yakni tafsir bil ra’yi. tafsir bi al-ra’yi adalah tafsir yang dalam penjelasan maknanya atau maksudnya, mufassir hanya berpegang kepada pemahamannya sendiri, pengambilan kesimpulan (istinbath)nya didasarkan pada logikanya semata. para ahli ilmu tafsir membedakan tafsir bi al-ra’yi ke dalam 2 macam yaitu:tafsir bi al-ra’yiyang terpuji – al-tafsir al-mahmud.
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Sumber Tafsir Bil Ma’tsur Agus Rifki Ridwan; Rangga Pranata
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.226

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis lebih jauh Tafsir bi al Ma’tsur: konsep, jenis, status, kelebihan dan kekurangan. Metode penulisan artikel ini adalah kualitatif – deskriptif yang menggunakan sumber otentik. Terlihat bahwa Tafsir bi al-Ma’tsur merupakan jenis tafsir yang paling agung jika sanadnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW atau para sahabat. Namun Tafsir bi al-Ma’tsur tetap memerlukan sejarah. Ibnu Katsar mengatakan: “Sesungguhnya Tafsir bi al-Ma'tsur banyak yang bersumber dari para perawi Zindiq Yahudi. Hal ini banyak ditemukan dalam kisah-kisah Ash-Habul Kahfi.
Ilmu Tafsir Agus Rifki Ridwan; Jery Pratama
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.309

Abstract

Ilmu Tafsir merupakan cabang ilmu keislaman yang berfungsi untuk menafsirkan dan menjelaskan makna ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis dan metodologis. Melalui Ilmu Tafsir, kandungan Al-Qur’an dapat dipahami secara mendalam dan diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan umat manusia. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ruang lingkup, perkembangan historis, metode, corak, dan relevansi Ilmu Tafsir dalam menghadapi dinamika zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengkaji literatur klasik dan kontemporer seputar Ilmu Tafsir dan para mufassir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ilmu Tafsir terus berkembang dari masa ke masa, mulai dari pendekatan tradisional berbasis riwayat hingga pendekatan rasional dan kontekstual di era modern. Selain itu, keragaman corak tafsir seperti fiqhi, sufistik, ilmiah, dan sosial menunjukkan fleksibilitas Ilmu Tafsir dalam menjawab kebutuhan zaman. Oleh karena itu, Ilmu Tafsir memiliki peran penting dalam menjaga otentisitas pesan ilahi sekaligus menjadikannya relevan bagi masyarakat modern. Kajian ini diharapkan dapat memperkuat apresiasi akademik terhadap tafsir sebagai bagian integral dari pengembangan pemikiran Islam.