Yosephina Ohoiwutun
Universitas Cenderawasih, Jayapura, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wirausaha dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Budidaya Hidroponik Pada Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Abepura Yosephina Ohoiwutun; Westim Ratang; Albertina Nasri Lobo; Bernarda Meteray; Yosefin Rianita Hadiyanti; Agnes Aryesam; Gerda Numbery; Graciano A Maturbongs; Ilham Ilham
Melayani: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Melayani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/melayani.v2i3.318

Abstract

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Abepura memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan keluarga dan komunitas. Salah satu cara untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan dengan menerapkan cara bercocok tanam system hidroponik. Adapun tujuan dilaksanakannya pelatihan hidroponik skala rumah tangga ini adalah memberikan pengetahuan dasar teknik budidaya secara hidroponik, memberikan pengetahuan berbagai macam sistem hidroponik, serta memberikan pengetahuan tentang wirausaha budidaya sayuran hidroponik. Metode yang digunakan melalui pertemuan tatap muka untuk memberikan teori budidaya yang dilakukan secara hidroponik dan praktek langsung yang dilakukan oleh seluruh peserta. Setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan para peserta memiliki ketertarikan mengikuti pelatihan budidaya tanaman hidroponik, dimana sebagian besar peserta yang selama ini hanya mendengar tentang hidroponik namun belum paham akan manfaat budidaya tanaman hidroponik. Sebagai rekomendasi, waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian perlu ditambah agar tujuan kegiatan dapat tercapai sepenuhnya, serta diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dan dievaluasi sehingga dapat dilakukan kembali di lokasi lain terkait dengan pelatihan budidaya tanaman hidroponik.
The Indigenous Collaborative Tourism Governance Model: Converting Community-Based Tourism Support into Inclusive Economic Development in Papua Abner Herry Bajari; Yosephina Ohoiwutun; Septinus Saa; Semuel Risal
Journal of Enterprise and Development (JED) Vol. 8 No. 3 (2026): September - December
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jed.v8i3.16211

Abstract

Purpose: This study examines how local-government support for community-based tourism (CBT) is translated—or fails to be translated—into inclusive local economic development in Indigenous territories in Jayapura Regency, Papua.Method: Using an embedded qualitative single-case design, the study draws on semi-structured interviews with public officials, destination managers, and Indigenous representatives, complemented by field observations and policy documents from 2022–2024. Data were analyzed through reflexive thematic analysis, source-convergence matrices, and theory-guided process reconstruction.Result: Government support generated tourism facilities, training, and promotional initiatives; however, the development pathway weakened due to limited customary decision-making authority, insufficient organizational capacity, fragmented financing and market access, and weak local supplier integration. Reported income increases of 10–15% among selected tourism enterprises do not demonstrate destination-wide or household-level causal impacts.Practical Implications for Economic Growth and Development: Local governments should strengthen customary co-decision mechanisms, develop enterprise incubation linked to finance and markets, enhance local procurement, and monitor value creation, leakage, livelihood diversification, resilience, and Indigenous ownership.Originality/Value: This study develops the Indigenous Collaborative Tourism Governance Model (ICTGM), a provisional and testable framework linking institutional anchoring, collective trust, joint decision-making, business capability, market linkages, and local value retention through adaptive feedback.