This Author published in this journals
All Journal VoxPop Journal
Zaskia Firyal R.
UPN "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL SEKTE AGAMA JMS DALAM SERIES “IN THE NAME OF GOD A HOLY BETRAYAL” Alicia Putri Raja Dima; Mila A. Ramadhani; Zaskia Firyal R.; Allauddin Rafif Irsa; Farrel Rakha Adi Pramana
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feminisme merupakan pemahaman tentang penidnasan dan eksploitasi wanita, mulai di lingkungan keluarga, di lingkungan pekerjaan ataupun di lingkungan sekitar dalam lingkungan masyarakat dan hadirnya perbuatan kesadaran oleh pria dan wanita yang bertujuan mengonversikan situasi dengan pemaknaan dasar. Kekerasan seksual menjadi topik hangat di negara Indonesia. Korban kekerasan seksual kurang mendapat perhatian dari kedua belah pihak baik dari keluarga maupun pihak yang memiliki kewenangan, bahkan kemungkinan diam saat berhadapan dengan pihak yang lebih kuat. Hal ini menimbulkan persepsi negatif dan menyebabkan korban kekerasan seksual menjadi takut untuk melaporkan kejahatan yang dialaminya, serta kurangnya penindakan yang menimbulkan efek jera kepada pelaku dan memungkinkan pelaku kekerasan seksual untuk bertindak bebas karena merasa aman. Fenomena ini diangkat menjadi sebuah film In the Name Of God: A Holy Betrayal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan dan mempresentasikan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pendiri dan pemimpin dari sekte sesat Jesus Morning Star (JMS) yang diangkat di film In the Name Of God: A Holy Betrayal. Penelitian ini menggunakan metode semiotika John Fiske untuk menyampaikan lambing-lambang dan artimendalam dalam film ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran kekerasan seksual dalam film ini menurut John Fiske memiliki tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi.