p-Index From 2021 - 2026
1.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal Placenta
Ghea Sugiharti
Akbid Graha Husada Cirebon

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Journal Placenta

HUBUNGAN KEJADIAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN PERKEMBANGAN REFLEKS MENYUSU DI RSUD INDRAMAYUKABUPATEN INDRAMAYUTAHUN 2023 Ghea Sugiharti; Fera Asriani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di indramayu banyak bayi berat lahir rendah, pada bulan april- mei terdapat 535 bayi baru lahir dengan kelahiran BBLR sebannyak sebanyak 215. Mekanisme reflek menghisap belum berkembang baik pada BBLR. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “ Hubungan Kejadian Berat Badan Bayi Baru Lahir Dengan Perkembangan Refles Menyusu. Metode penelitian ini analitik dengan pendekatan case control, instrumen penelitian menggunakan lembar observasi disertai karakteristik yaitu usia bayi baru lahir, usia kehamila dan berat badan bayi. Hasil penelitian dengan analisa univariat yaitu kejadian berat badan bayi baru lahir sebanyak 50%  BBLR, 50% tidak BBLR, usia bayi baru lahir 53,3%, dan usia kehamilan sebanyak 53,3%. Analisa bivariat diperoleh ada hubungan antara BBL (p = 0,03), usia bayi (p = 0,32), dan usia kehamilan (p = 0,00) dengan perkembangan reflek menyusu. Kesimpulan terdapat hubungan anatara berat badan bayi baru lahir dan usia kehamilan dengan perkembangan reflek menyusu. diharapkan dapat menjadi masukan untuk tenaga kesehatan untuk lebih meperhatikan bayi baru lahir terutama yang mempunyai reflek lemah dengan cara menerapkan stimulus oral pada bayi dengan reflek menghisap lemah secara rutin.
HUBUNGAN SENAM HAMIL DENGAN LAMA PERSALINAN KALA IIDI RSUD KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2023 Aulia Agyanti Rahmah; Ghea Sugiharti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 1 (2024): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Menurut World health organization rata-rata partus lama di dunia menyebabkan kematian ibu sebesar (8%) dan rata-rata partus lama di Indonesia menyebabkan kematian ibu sebesar (9%). Jumlah kejadian partus lama ibu melahirkan di Kabupaten Indramayu sebesar (11%). Kematian maternal banyak terjadi pada saat persalinan, salah satu penyebabnya adalah kala II lama (37%) dan kematian perinatal sendiri salah satu penyebabnya adalah asfiksia pada bayi (28%). (Dinkes Indramayu, 2022). Tujuan: Untuk Mengetahui Hubungan Senam Hamil dengan Lamanya Persalinan Kala II di RSUD Indramayu. Metode penelitian: Survey analitik menggunakan Retrospektif Kohort, Teknik Populasi dan Sampel: Menggunakan semua ibu yang melahirkan pada bulan april. teknik pengumpulan sampel menggunakan Total Sampling sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis dan lembar kuesioner, teknik pengolahan data, editing, coding, data entry, tabulasi data, analisis data dengan uji chi square menggunakan SPSS. Hasil penelitian: ibu melahirkan yang mengikuti senam hamil sebanyak 25 responden (100,0) yang mengalami lama persalinan kala II < 1 Jam sebanyak 19 responden (76,0) dan yang lama persalinan kala II > 1 Jam sebanyak 6 responden (24,0), sedangkan ibu melahirkan yang tidak mengikuti senam hamil sebanyak 5 responden (100,0%) yang mengalami persalinan kala II < 1 Jam hanya 1 responden (20,0%) dan yang mengalami persalinan kala II > 1 Jam sebanyak 4 responden (80,0). Dari 30 responden ibu melahirkan yang mengalami persalinan kala II < 1 Jam memenuhi syarat dianalisis secara statistic dengan uji chi square didapatkan nilai p-value 0,0031 (p<0,005). Kesimpulan: Hasil penelitian ini adalah responden mayoritas mengikuti senam hamil secara rutin dan memiliki lama persalinan kala II < 1 Jam dalam klasifikasi kala II normal atau cepat dalam proses persalinan artinya ada hubungan senam hamil dengan lama persalinan kala II pada ibu melahirkan di RSUD Indramayu.
HUBUNGAN SENAM HAMIL DENGAN LOW BACK PAINT (LBP) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BABADAN KABUPATEN INDRAMAYU YU Ghea Sugiharti; Ika Popi sundani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang Demam merupakan gangguan neurologis akut yang paling sering terjadi pada bayi dan anak yang disebabkan tanpa adanya infeksi system saraf pusat. Yang mengalami kejang demam kemungkinan besar akan menjadi epilepsi jika terdapat kelainan neurologis sebelum kejang demam pertama atau kejang demam kompleks. Terdapat 74 Anak dengan kejang demam pada periode tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kejang demam pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional pendekatan retrospektif jumlah populasi 74 anak yang mengalami kejang demam di RSUD Indramayu periode tahun 2021-2023 menggunkan teknik pengambilan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan analisis rekam medis pasien kejang demam anak kemudian dianalisa secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square.Anak dengan kejang demam di RSUD Indramayu paling tinggi pada tahun 2022 yaitu sebanyak 35 sampel (47,3%), dan paling banyak berada pada usia 0-11 bulan yaitu sebanyak 59 sampel (80%), sebagian besar Resiko prenatal kejang demam pada anak adalah faktor usia ibu sebanyak 9 sampel (47%), sebagian besar resiko perinatal kejang demam pada anak yaitu faktor bayi dengan Asfiksia 8 sampel (25%), dan sebagian besar resiko postnatal  kejang demam pada anak yaitu Demam 23 sampel. Berdasarkan Uji Chi Square yang dilakukan didapatkan 2 Faktor Kejang Demam yaitu Faktor Asfiksia dengan nilai p-value = 0,04 dan Faktor demam dengan nilai p-value = 0,01 yang berarti bahwa Demam dan Asfiksia merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kejang demam pada anak. Demam dan Asfiksia merupakan salah satu Faktor penyebab terjadinya kejang demam pada anak. Diharapkan dapat memberikan Asuhan dan edukasi berkala terkait penanganan anak yang mengalami kejang demam di rumah agar orang tua tidak panik dan melakukan langkah yang tepat ketika anak kejang demam.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEPENGARUHI TERJADINYA   KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RSUD INDRAMAYU Ghea Sugiharti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 1 (2025): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang Demam merupakan gangguan neurologis akut yang paling sering terjadi pada bayi dan anak yang disebabkan tanpa adanya infeksi system saraf pusat. Yang mengalami kejang demam kemungkinan besar akan menjadi epilepsi jika terdapat kelainan neurologis sebelum kejang demam pertama atau kejang demam kompleks. Terdapat 74 Anak dengan kejang demam pada periode tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kejang demam pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional pendekatan retrospektif jumlah populasi 74 anak yang mengalami kejang demam di RSUD Indramayu periode tahun 2021-2023 menggunkan teknik pengambilan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan analisis rekam medis pasien kejang demam anak kemudian dianalisa secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square.Anak dengan kejang demam di RSUD Indramayu paling tinggi pada tahun 2022 yaitu sebanyak 35 sampel (47,3%), dan paling banyak berada pada usia 0-11 bulan yaitu sebanyak 59 sampel (80%), sebagian besar Resiko prenatal kejang demam pada anak adalah faktor usia ibu sebanyak 9 sampel (47%), sebagian besar resiko perinatal kejang demam pada anak yaitu faktor bayi dengan Asfiksia 8 sampel (25%), dan sebagian besar resiko postnatal  kejang demam pada anak yaitu Demam 23 sampel. Berdasarkan Uji Chi Square yang dilakukan didapatkan 2 Faktor Kejang Demam yaitu Faktor Asfiksia dengan nilai p-value = 0,04 dan Faktor demam dengan nilai p-value = 0,01 yang berarti bahwa Demam dan Asfiksia merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kejang demam pada anak. Demam dan Asfiksia merupakan salah satu Faktor penyebab terjadinya kejang demam pada anak. Diharapkan dapat memberikan Asuhan dan edukasi berkala terkait penanganan anak yang mengalami kejang demam di rumah agar orang tua tidak panik dan melakukan langkah yang tepat ketika anak kejang demam.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN SURAH AR-RAHMAN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF  MELALUI KESEIMBANGAN SISTE SARAF OTONOM Ghea Sugiharti; Aulia Agyanti Rahmah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 2 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan merupakan suatu kondisi fisiologis yang mulai timbul pada persalinan kala I fase aktif dan makin lama nyeri yang dirasakan akan bertambah kuat. Kontraksi uterus merupakan salah satu yang mengakibatkan nyeri. Murottal Al-Qur’an merupakan salah satu metode yang memiliki pengaruh positif bagi pendengarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment design dengan rancangan one grup pretest-posttest design pada 20 ibu bersalin primigravida sebagai responden. Terapi murottal Al-Qur’an berupa surah Ar-rahman diperdengarkan selama 15 menit. Instrument penelitian menggunakan alat ukur Numerik Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan nilai α= 0,05.   Hasil penelitian menunjukan rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan terapi murottal Al-Qur’an surah Ar-rahman adalah 7,10 setelah diberikan adalah 4,40. Hasil paired sample t-test menghasilkan nilai signifikan (2-tailed) 0,000. Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh secara signifikan penurunan rata-rata intensitas nyeri persalinan sebelum dan setelah dilakukan terapi murottal Al-Qur’an surah Ar-rahman.
MANFAAT REBUSAN DAUN SIRIH UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI BPM BIDAN HJ. HENI WINARSIH Thira Eva Rahayu; Ghea Sugiharti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 3 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Luka perineum adalah robekan yang terjadi pada saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan menggunakan alat atau tindakan. Robekan perineum umumnya terjadi pada garis tengah dan bisa menjadi luas apabila kepala janin lahir terlalu cepat. Perawatan luka perineum pada ibu setelah melahirkan berguna untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan, menjaga kebersihan, mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan. Perawatan perineum umumnya bersamaan dengan perawatan vulva (Rostika et al. 2020). Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada manfaat Rebusan Daun Sirih Untuk Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Di Di BPM Bidan Hj. Heni Winarsih Tahun 2024. Desain Penelitian : jenis penelitian quasi eksperimental. Populasi Dan Sampel : populasi dalam penelitian ini  adalah seluruh ibu post partum spontan dengan luka perineum di hecting di BPM Bidan Hj. Heni Winarsih Tahun 2024 pada tanggal 10 Maret 2024-28 Mei 2024 sebanyak 22 ibu post partum,sample dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil : Responden kelompok intervensi yang diberikan perlakuan menggunakan rebusan daun sirih pada ibu nifas mayoritas dalam kategori penyembuhan luka dihari ke 3 terdapat 20 orang (100%). Responden kelompok Kontrol yang tidak diberikan perlakuan menggunakan rebusan daun sirih pada ibu nifas mayoritas dalam kategori penyembuhan luka 4-7 hari terdapat 12 orang (60%), ibu nifas dalam kategori penyembuhan luka dihari ke >7 terdapat 80 orang (40%) dan ibu nifas dalam kategori penyembuhan luka dihari ke 3 tidak ada. Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji paired T tes menunjukkan bahwa penyembuhan luka perineum kelompok ibu nifas yang menggunakan perlakuan rebusan daun sirih dan kelompok ibu nifas yang tidak menggunakan perlakuan rebusan daun sirih secara statistik berbeda,hasil p value 0,001 < 0,05  artinya ada manfaat rebusan daun sirih terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di BPM Bidan Hj.Heni Winarsih Kabupaten Cirebon maka Ho ditolak dan Ha diterima.
HUBUNGAN LAMANYA KEMOTERAPI DENGAN RISIKO NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RS PERMATA CIREBON Ghea Sugiharti; Ade Iko Rovikoh
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 3 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan peyebab kematian utama pada kalangan wanita. Di indonesia masih banyak wanita yang mengidap penyakit kanker payudara dan terus meningkat setiap tahunnya. Pengobatan dari penyakit kanker payudara diantaranya adalah kemoterapi yang dapat memicu timbulnya neuropati perifer. Desain penelitian menggunkan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 40 orang menggunakan Accidental sampling. Waktu penelitian dimulai pada tanggal 05 mei-14 juni  tahun 2024. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Permata Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisa univariat yang berupa distribusi frekuensi dan analisa Bivariat menggunakan Chi-square. Hasil penelitian lama kemoterapi ≤ 6 bulan responden berdasarkan risiko neuropati perifer untuk kategori tinggi didapatkan sebanyak hasil 2 orang responden (50%), untuk kategori sedang didapatkan sebanyak 15 orang responden (93,8%), untuk kategori rendah didapatkan sebanyak 20 orang responden (100%). Lama kemoterapi ≥ 6 bulan untuk kategori tinggi didapatkan 2 orang (50%), untuk kategori sedang didapatkan sebanyak 1 orang (6,3%) dan kategori rendah sebanyak 0 orang (0%). Berdasarkan data analisis Chi-square diketahui P- Value 0,002. Pada penelitian ini mempunyai hubungan yang signifikan Antara Hubungan Lamanya Kemoterapi Dengan Risiko Neuropati Perifer Pada Pasien Kanker Payudara. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan neuropati perifer pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi serta memberikan asuhan keperawatan sesuai yang di butuhkan oleh pasien.
GAMBARAN PENGETAHUAN MEROKOK PADA REMAJA PUTRA KELAS XI DI SMK ISLAMIC CENTRE CIREBON: merokok, remaja putra, pengetahuan Heni Erawati; Ghea Sugiharti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 4 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja juga dapat diartikan sebagai individu yang sedang berada dalam proses membangun identitasnya sendiri dan mulai melepas individualisasi dari keluarga. (Geldard dan Geldard, 2011). Menyatakan bahwa setelah mencoba rokok pertama, seorang individu menjadi ketagihan merokok, dengan alasan-alasan seperti kebiasaan, menurunkan kecemasan, dan mendapatkan penerimaan. Oskamp dalam Nasution (2007) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan merokok pada Remaja putra kelas XI Di Smk Islamic Centre Cirebon Kabupaten Cirebon Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan Teknik pengambilan samplingnya menggunakan rumus slovin. Populasi pada penelitian sejumlah 407 siswa dan didapatkan sampel 67 Responden. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner tentang gambaran pengetahuan merokok pada remaja putra kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan merokok pada remaja kelas XI tentang perokok prepatory termasuk kategori kurang 41 Responden (61,2%) Hal tersebut dipengaruhi karena kurangnya pengetahuan wawasan yang diperoleh siswa. Mengenai perokok eksperimen kategori cukup 36 Responden (53,7%) Hal tersebut menunjukan bahwa masa remaja merupakan masa dimulainya merokok. Dan perokok berat kategori cukup 53 Responden (79,1%) Hal Tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang bahaya perokok berat. Dari kesimpulan diatas diharapkan siswa remaja putra lebih meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok.