p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal Placenta
Ade Iko Rovikoh
Akbid Graha Husada Cirebon

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN RIWAYAT BBLR DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS JATIWANGI Ade Iko Rovikoh; Ika Popi sundani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 2 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah  masalah  kurang  gizi  kronis  yang  disebabkan  oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan  kebutuhan  gizi. Angka kejadian stunting di indonesia yaitu sebanyak 21,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat BBLR dan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatiwangi. Metode penelitian yang digunakan survey analitik (korelasional) dengan menggunakan pendekatan Case Control. Populasi sebanyak 244 Balita, didapatkan sampel sebanyak 70 Balita dengan perbandingan 1:1 (35 Balita Stunting dan 35 Balita tidak Stunting). Pengambilan sampel case menggunakan simple random sampling. Sedangkan sampel control mengggunakan sistematik random sampling. Analisis data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat (Chi square) Hasil penelitian diperoleh 35 Balita mengalami stunting. Pada kelompok Stunting Balita yang memiliki riwayat BBLR yaitu sebanyak 25 Balita (62,5%) dan yang tidak diberi ASI Ekslusif yaitu sebanyak 23 Balita (76,7%). Pada Balita tidak stunting terdapat 15 Balita yang memiliki riwayat BBLR (37,5%) dan yang tidak diberi ASI Ekslusif terdapat 7 Balita (23,3%). Ada hubungan bermakna antara Riwayat BBLR dengan kejadian Stunting dimana P Value 0,016 dan terdapat hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian Stunting dengan P Value 0,001 (P<0,05).
HUBUNGAN LAMANYA KEMOTERAPI DENGAN RISIKO NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RS PERMATA CIREBON Ghea Sugiharti; Ade Iko Rovikoh
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 3 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan peyebab kematian utama pada kalangan wanita. Di indonesia masih banyak wanita yang mengidap penyakit kanker payudara dan terus meningkat setiap tahunnya. Pengobatan dari penyakit kanker payudara diantaranya adalah kemoterapi yang dapat memicu timbulnya neuropati perifer. Desain penelitian menggunkan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 40 orang menggunakan Accidental sampling. Waktu penelitian dimulai pada tanggal 05 mei-14 juni  tahun 2024. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Permata Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisa univariat yang berupa distribusi frekuensi dan analisa Bivariat menggunakan Chi-square. Hasil penelitian lama kemoterapi ≤ 6 bulan responden berdasarkan risiko neuropati perifer untuk kategori tinggi didapatkan sebanyak hasil 2 orang responden (50%), untuk kategori sedang didapatkan sebanyak 15 orang responden (93,8%), untuk kategori rendah didapatkan sebanyak 20 orang responden (100%). Lama kemoterapi ≥ 6 bulan untuk kategori tinggi didapatkan 2 orang (50%), untuk kategori sedang didapatkan sebanyak 1 orang (6,3%) dan kategori rendah sebanyak 0 orang (0%). Berdasarkan data analisis Chi-square diketahui P- Value 0,002. Pada penelitian ini mempunyai hubungan yang signifikan Antara Hubungan Lamanya Kemoterapi Dengan Risiko Neuropati Perifer Pada Pasien Kanker Payudara. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan neuropati perifer pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi serta memberikan asuhan keperawatan sesuai yang di butuhkan oleh pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KONTRASEPSI PIL DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)DI PUSKESMAS SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU Aulia Agyanti Rahmah; Ade Iko Rovikoh
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 3 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Data memeperlihatkan lebih dari 2,3 juta kasus kanker payudara setiap tahun, menjadikannya bentuk yang paling umum. Terjadi hampir di 95% negara, kanker payudara adalah yang pertama atau kedua penyebab utama kematian akibat kanker pada. wanita. Insiden dan jumlah yang meninggal akibat kanker payudara semakin meningkat. Pada tahun 2023, lebih dari 3 juta kasus kanker payudara dan 1 juta kematian diperkirakan terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Kanker payudara harus menjadi prioritas bagi kementerian kesehatan dan pemerintah. (WHO, 2023).  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu KB Pil di Puskesmas Sindang pada bulan januari sampai bulan februari 2024 sebanyak 57 ibu KB Pil aktif. Pengambilan sempel menggunakan teknik Purposive Sampling sebanyak 36 ibu KB. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan analisi chi-square. Perilaku SADARI akseptor KB pil di Puskesmas Sindang mayoritas melakukan SADARI kurang baik sebanyak 29 orang atau 80,6%. Sedangkan responden paling sedikit atas perilaku SADARI baik yaitu sebanyak 7 orang atau 19,4%. Terdapat hubungan antar apengetahuan askeptor kontrasepsi pil dengan periaku sadari.P-value 0,003. Pengetahun askeptor kontrasepsi pil berada pada kategori baik sebanyak 23 orang sedangkan yang kurang baik adalah 2 orang. Namun, responden dengan pengetahuan askeptor kontrasepsi pil yang baik tidak melakukan perilakku SADARI dengan baik. Hal ini berbeda dengan teori yang digunakan bahwa pengetahuan  askeptor kontrasepsi pil yang baik akan mendorong perilaku SADARI secara baik.
PENGARUH TEKNIK MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI RSUD INDRAMAYU Ade Iko Rovikoh; Nuraeni
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 1 (2025): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan merupakan hal natural yang dialami oleh wanita, tidak dapat dipungkiri bahwa melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan menimbulkan nyeri. Nyeri persalinan dapat diatasi dengan metode holisticare salah satunya yaitu massage effleurage. Massage Effleurage merupakan manipulasi gosokan yang halus dengan teknik relative ringan sampai kuat (Astuti,2018). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan one group pre-test dan post-test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 ibu bersalin di ruang Gincu 1 (Vk) dan IGD Kebidanan sehingga di dapatkan sempel sebanyak 20 ibu bersalin berdasarkan kriteria inklusi dan eklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar SOP Massage Effleurage dan observasi lembar ukur perilaku skala NRS (Numerical rating scale). Uji analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji paired simple t-test). Hasil penelitian ini didapatkan mean itensitas nyeri pada kelompok pretest adalah 6.85 dan pada kelompok posttest diperoleh mean 4.25 sehingga terjadi penurunan sebanyak 2.6. Hasil uji paired simple t-test menunjukan adanya pengaruh massage effleurage pada sebelum dan sesudah dilakukan massage effleurage dengan hasil p-value (0.000) < α (0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh massage effleurage terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala 1 pada ibu bersalin sebelum dan sesudah diberikan massage effleurage.