Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan industri tahu di Desa Kulur, Kecamatan Majalengka, serta dampaknya terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat dalam perspektif sejarah lokal. Penelitian menggunakan metode historis yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan memanfaatkan sumber tertulis dan sumber lisan melalui wawancara sebagai upaya memperoleh gambaran yang kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tahu mulai berkembang sejak tahun 1999 yang dirintis oleh pelaku lokal sebagai respons terhadap kebutuhan ekonomi dan peluang pasar. Perkembangannya ditandai oleh bertambahnya jumlah pelaku usaha, inovasi produk, serta perubahan dalam penggunaan teknologi dan bahan bakar produksi yang lebih efisien. Industri ini terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, serta pergeseran mata pencaharian dari sektor agraris ke sektor industri. Selain itu, industri tahu juga mendorong dinamika sosial ekonomi, seperti munculnya pelaku usaha baru, mobilitas sosial, dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal. Namun demikian, perkembangan tersebut tidak terlepas dari tantangan berupa persaingan usaha dan keterbatasan manajemen pada sebagian pelaku. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian sejarah sosial ekonomi pada skala lokal serta menunjukkan peran industri kecil sebagai penggerak transformasi ekonomi masyarakat pedesaan.