Isop Syafei
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Problematika Buku Ajar Nahwu: Studi Kasus Kitab Al Muyassar Fii ‘Ilmin Nahwi Jilid 1 Edisi Terbaru Firmansah Setia Budi; Abdul Kodir; Isop Syafei; Dedih Wahyudin
Al Matla : Journal of Arabic Language Education Vol. 1 No. 1 (2026): Al-Matla Volume 1 Issue 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Minhajul Haq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66891/v3mfbn65

Abstract

Akurasi buku ajar nahwu merupakan prasyarat penting dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama bagi pembelajar pemula. Kesalahan dalam penyajian kaidah, ejaan, maupun contoh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman konseptual yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika buku ajar nahwu melalui studi kasus Kitab Al Muyassar Fii ‘Ilmin Nahwi jilid 1 edisi terbaru (1446 H). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Objek penelitian berupa kitab Al Muyassar jilid 1 versi cetakan baru (tulisan digital) dan versi lama (tulisan tangan, 1429 H). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan terhadap kesalahan yang terdapat dalam materi, contoh, tabel, dan latihan soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan imlā’ mendominasi temuan dengan persentase sebesar 77%, diikuti kesalahan sintaksis (9%), morfologi (1%), dan kesalahan lain-lain (13%). Hasil komparasi juga mengungkap bahwa sekitar 33% kesalahan pada edisi terbaru tidak ditemukan pada cetakan lama, yang mengindikasikan adanya penurunan akurasi teks akibat proses digitalisasi dan penyuntingan yang kurang teliti. Selain itu, ditemukan inkonsistensi istilah nahwu, kesalahan pedagogis, serta kerancuan makna dalam penjelasan kaidah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi menyeluruh terhadap kitab dengan merujuk pada naskah asli tulisan tangan serta melibatkan editor imlā’ dan ahli bahasa Arab guna meningkatkan kualitas buku ajar nahwu.