Agus Darma Yoga Pratama
Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali-Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Kue Tradisional di Desa Taman Bali Agus Darma Yoga Pratama; I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Ni Made Rai Juniariani
Linguistic Community Services Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Linguistic Community Service Journal
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.4.2.2023.30-38

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat di Desa Taman Bali Kabupaten Bangli ini melibatkan kelompok UMKM yaitu Warung Dedari yang lokasinya dekat dengan tempat wisata Air Terjun Dedari. Kelompok UMKM ini menyediakan kuliner khas Bali. Beberapa masalah yang dihadapi oleh mitra, yaitu kebutuhan dalam hal promosi berupa konten audiovisual, perlunya pengetahuan dan kemampuan bahasa Inggris dalam memberikan pelayanan prima kepada konsumen khususnya turis asing yang datang ke Warung Dedari, perlunya menu dalam bentuk QR code dan hardcopy dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dan perlunya pembayaran digital yaitu Qris. Metode pelaksanaan program ini adalah dengan melaksanakan pendampingan dan pelatihan Bahasa Inggris kepada para pegawai. Ada 4 (empat) program yang diajukan yaitu, pertama berupa program pendampingan pembuatan konten audiovisual berupa pengambilan video, editing, dan pengisi suara sebagai media iklan. Kedua, pelatihan dan pendampingan penggunaan bahasa Inggris dalam memberikan pelayanan prima kepada turis asing yang datang. Ketiga, pembuatan QR code dan hardcopy untuk tampilan daftar menu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Keempat, pembuatan alat pembayaran digital yaitu Qris. Tim PKM juga memberikan bantuan dekorasi untuk mempercantik tampilan Warung Dedari, sehingga terlihat lebih menarik dan rapi. Luaran yang dicapai yaitu mitra dapat memproduksi iklan promosi berupa konten audiovisual secara mandiri, dapat memberikan pelayanan prima, serta dapat memperbarui tampilan menu QR code yang telah dibuat apabila terdapat penambahan maupun pengurangan daftar menu yang disediakan.
Pengajaran Bahasa Inggris di Yayasan Cinta Yatim dan Dhuafa & Kelompok Belajar Anak-Anak Pemulung dan Kaum Dhuafa Sekolah Kami Agus Darma Yoga Pratama; I Nyoman Kardana; Nyoman Mardika
Linguistic Community Services Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.5.1.2024.25-32

Abstract

Sekolah Kami merupakan kelompok belajar informal khusus pemulung dan kaum duafa yang diberikan materi pelajaran secara umum. Yayasan Cinta Yatim dan Dhuafa adalah lembaga sosial yang menaungi pengajaran bagi anak-anak yatim dan kaum duafa. Program Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan di Sekolah Kami dan Yayasan Cinta Yatim dan Dhuafa merupakan program yang dilaksanakan untuk membantu anak-anak komunitas pemulung, yatim serta kaum duafa yang mengenyam pendidikan di tempat tersebut. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu keterbatasan kemampuan Bahasa Inggris anak-anak karena terbatasnya materi pelajaran yang diajarkan dan kurangnya motivasi anak-anak untuk belajar demi mencapai cita-citanya. Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdian memberikan dua program yaitu pengajaran Bahasa Inggris untuk berkomunikasi guna meningkatkan kemampuan mereka agar bisa membuka peluang untuk berkarir secara global di masa depan dan bantuan berupa donasi serta paket makan siang untuk mendukung proses pembelajaran. Tim pengabdian juga berkolaborasi dengan komunitas Kejar Mimpi CIMB Niaga untuk memberikan bantuan psikososial berupa dorongan dan motivasi agar anak-anak tersebut memiliki rasa semangat dan berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya. Luaran yang dihasilkan untuk mitra dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran anak-anak akan pendidikan, kemampuan berbahasa Inggris yang meningkat, dan tumbuhnya energi yang baik pada kesehatan mental, jiwa, serta pikiran anak-anak di Sekolah Kami dan Yayasan Cinta Yatim dan Dhuafa.
PEMBERDAYAAN PEMANDU WISATA DI KOTA HO CHI MINH, VIETNAM Agus Darma Yoga Pratama; I Nyoman Kardana; I Made Astu Mahayana; Ni Made Rai Juniariani
Linguistic Community Services Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.6.1.2025.28-33

Abstract

Keterampilan komunikasi yang baik dalam Bahasa Indonesia sangat penting bagi pemandu wisata di Ho Chi Minh, Vietnam, untuk menjelaskan sejarah, budaya, dan keunikan lokal kepada wisatawan Indonesia. Namun, variasi Bahasa Indonesia, termasuk bahasa informal dan gaul, sering menjadi tantangan yang menghambat komunikasi. Untuk mengatasi hal ini, program pelatihan intensif dan pengembangan materi bahasa Indonesia untuk pemandu wisata di Golden Saigon Travel dilaksanakan. Program ini mencakup pelatihan bahasa formal dan informal, serta pemahaman budaya lokal. Hasilnya, program ini meningkatkan keterampilan komunikasi pemandu wisata, mengurangi miskomunikasi, dan mendorong pengalaman wisata yang lebih baik bagi wisatawan Indonesia, sehingga berdampak positif pada daya tarik pariwisata lokal
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pelestarian Kain Tenun Cagcag Sebagai Warisan Budaya di Desa Pejeng Kangin Gianyar Bali Agus Darma Yoga Pratama; I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Ni Made Rai Juniariani
Linguistic Community Services Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Linguistic Community Services Journal
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.6.2.2025.55-60

Abstract

Tenun Cagcag is one of Bali's cultural heritage items that holds high aesthetic, historical, and spiritual value. The production of this weaving is carried out traditionally using handlooms (not machines) and is passed down through generations, primarily by Balinese women. The advent of modernization and shifting interests among the younger generation threaten the continuity of weaving skills. One active group in preserving this craft is Kelompok Tenun Merak Mas in Pejeng Kangin Village, Gianyar. This group faces several challenges, such as limited product innovation, conventional marketing methods, and unorganized financial management. On the other hand, there is a market opportunity arising from global trends favoring ethnic products based on local culture. To address these challenges and capitalize on these opportunities, community service activities (PKM) are conducted through an empowerment approach, which includes training in product diversification, creating a visual catalog, enhancing digital literacy, and training in cash flow recording and bilingual marketing promotions. This program supports the preservation of local culture and encourages the strengthening of community economies through innovation and culture-based promotional strategies. The results of this program include improvements in production with a 40% increase in sales, advancements in marketing through the use of social media as a promotional tool featuring product catalogs, and enhancements in business management with established cash flow from sales. The application of technology and innovation, both hard and soft, has proven relevant and can be directly implemented by the partners. Thus, cultural heritage like Tenun Cagcag not only remains preserved but also adapts and competes in the dynamics of the modern market.