Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) pada Anggota PMR SMA Negeri di Denpasar Ni Wayan Sri Ekayanti; Putu Austin Widyasari Wijaya; I Putu Arya Giri Prebawa
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.27-31

Abstract

Abstrak Pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyiapkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi keadaan atau situasi darurat terutama di lingkungan sekolah. Permasalahan prioritas yang ditangani adalah adanya anggota PMR yang belum mendapat pelatihan P3K pada tahun ajaran baru. Solusi yang diberikan berupa penyuluhan dan pelatihan P3K pada anggota PMR di SMA Negeri di Denpasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di sekolah. Metode yang digunanakan adalah penyuluhan dan Focus Group Discussion untuk mengefektifkan kegiatan dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 30% setelah mengikuti penyuluhan dan peningkatan keterampilan siswa mengenai tatalaksana dalam P3K. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota PMR dalam P3K. Hal ini menunjukkan keberhasilan dan efektifitas program dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di sekolah. Kata kunci : P3K, kecelakaan, sekolah
Pengembangan kompetensi staf dan transformasi klinik pada klinik Pratama Puspa Medika, Banjar Kembangsari, Kintamani I Putu Arya Giri Prebawa; Putu Rinawati Jayanti; Ngurah Rai Kusuma Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38851

Abstract

Abstrak Sektor pertanian memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi yang semakin diperburuk oleh perubahan iklim, terutama melalui peningkatan paparan heat stress dan kondisi kerja ekstrem. Saat ini di Banjar Kembangsari, Desa Satra, Kintamani, layanan kesehatan kerja terstruktur belum tersedia meskipun mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas Klinik Pratama Puspa Medika sebagai Clinic-Centered Occupational Safety Hub melalui integrasi Community-Based First Responder Model in Agricultural Occupational Health. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Desember 2025 dengan melibatkan 15 staf klinik. Evaluasi menggunakan desain pre–post test (15 soal). Rerata skor meningkat dari 40 (rentang 20–50) menjadi 70 (rentang 50–80), dengan 80% peserta mengalami peningkatan ≥20 poin. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan skor. Hasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas respon awal terhadap risiko kecelakaan kerja dan heat stress, serta mendorong transformasi peran klinik dari kuratif menjadi promotif-preventif. Model ini berkontribusi terhadap penguatan layanan kesehatan primer dan mendukung implementasi SDGs 3, 8, dan 13 melalui pendekatan adaptif berbasis komunitas. Pendekatan ini berpotensi direplikasi pada wilayah agraris dengan karakteristik serupa. Kata kunci: kesehatan kerja; pertanian; P3K; perubahan iklim; pengabdian masyarakat Abstract The agricultural sector is associated with a high risk of occupational injuries, which has been further exacerbated by climate change, particularly through increased exposure to heat stress and extreme working conditions. In Banjar Kembangsari, Satra Village, Kintamani, structured occupational health services are not yet available despite the majority of residents being engaged in farming. This Community Partnership Program aimed to strengthen the capacity of Klinik Pratama Puspa Medika as a Clinic-Centered Occupational Safety Hub through the integration of the Community-Based First Responder Model in Agricultural Occupational Health. The activity was conducted on December 1, 2025, involving 15 clinic staff members. Evaluation employed a pre–post test design consisting of 15 questions. The mean score increased from 40 (range 20–50) to 70 (range 50–80), with 80% of participants achieving an improvement of ≥20 points. All participants demonstrated score improvement. These findings indicate enhanced early response capacity to occupational injury risks and heat stress, as well as a transformation of the clinic’s role from curative to promotive-preventive services. The model contributes to strengthening primary health care services and supports the implementation of SDGs 3, 8, and 13 through a community-based adaptive approach. This approach has the potential to be replicated in other agricultural regions with similar characteristics. Keywords: occupational health; agriculture; first aid; climate change; community partnership.